Selamat Datang & Terima kasih Kunjungannya, Kami Mangabarkan Selanjutnya Anda Menentukan, Menerima Artikel & Banner Promo GRATIS! Kirim ke gecor_raden@plasa.com
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Kapal terbalikKembali kecelakan tranportasi terjadi di Indonesia seperti diberitakan koran online Tribun Kaltim berikut. Kita mengharapkan para korban segera dapat ditangani dengan sebaik-baiknya. Kejadiaannya Kapal penumpang KM Dumai Express 10 tujuan Batam-Dumai, Minggu sekitar pukul 08:30 WIB tenggelam di Perairan Tukong Iyu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

"Biasanya kapal tersebut singgah di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun, tapi kali ini tidak, padahal saat ini gelombang cukup besar," ucap Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Karimun, Cendra Nawazir, di Tanjung Balai Karimun, Minggu. Cendra Nawazir memerintahkan satu unit speed boat milik Dinas Perhubungan untuk membantu tindakan evakuasi.

"Secara pasti belum diketahui jumlah penumpang yang diangkut oleh kapal tersebut, yang jelas peristiwa itu terjadi di Perairan Tukong Iyu, sebelah Utara Pulau Karimun Besar," katanya. Jajaran TNI AL Tanjung Balai Karimun dan personil Administrator Pelabuhan TBK berserta dua kapal penumpang lainnya yang ada di Pelabuhan TBK langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Sekupang Batam tujuan Dumai sekitar pukul 07:30 WIB dengan jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 213 orang. "Saat ini sedang musim angin Barat Laut, dari Batam ke Karimun kapal langsung menghadang angin, apalagi di Utara Pulau Karimun gelombang laut lebih besar," kata seorang mantan pelaut, Basri Muhammad

Sebanyak 292 penumpang berhasil diselamatkan dari tenggelamnya kapal Dumai Ekspres 10. Seluruh penumpang selamat telah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Sementara empat orang lainnya, termasuk satu anak-anak ditemukan meninggal. Kepastian ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo dalam konferensi pers di gedung Departemen Perhubungan Laut, Minggu (22/11).

"Tadi saya baru dapat telepon dari Bupati Tanjung Balai Karimun, ada 292 penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara dari informasi di lapangan empat orang meninggal termasuk satu orang anak," kata Sunaryo kepada wartawan. Hingga saat ini, kata Sunaryo, Tim SAR masih terus berusaha melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya Dumai Ekspres 10 di perairan Tanjung Balai Karimun. "Tim SAR bergerak cepat. Selain itu penyelamatan juga dilakukan oleh berbagai kapal disekitar lokasi, mulai dari kapal KPLP, KRI, kapal Polri, kapal Bea Cukai, dan lainnya," kata Sunaryo.

Meski demikian, Sunaryo masih belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait tenggelamnya kapal Dumai Ekspres 10. "Saya juga sudah menerima laporan bahwa cuaca di sekitar Sumatra memang sedang buruk. Tapi kami perlu mendalami lebih jauh sebelum memastikan tenggelamnya kapal tersebut," ungkapnya.

Berdasarkan data yang diterimanya, kata Sunaryo, manifes penumpang Dumai Ekpres 10 sebanyak 213 penumpang. Sementara kapasitasnya sebesar 273. Jika dibandingkan dengan jumlah korban selamat yang ditemukan sebanyak 292 , Sunaryo tak menampik jika kapal tersebut kelebihan kapasitas. "Indikasinya itu memang ada. Kalau melebihi kapasitas itu jelas memang pelanggaran. Saya akan cek lagi," katanya.

Lambung Kapal Dumai Express Bocor Dihantam Ombak

Penyebab tenggelamnya kapal Dumai Express di perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, diduga karena lambung kapal bocor. Hal tersebut dikatakan Kapolsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Sekupang Dasrul. "Saya belum tahu kondisi kapal, setengah jam yang lalu saya dapat kabar, kapal bocor," kata Dasrul saat dihubungi melalui telepon.

Laporan yang ia terima menyebutkan, kapal dihantam ombak sehingga ada bagian kapal yang bocor. Namun, ia mengatakan belum mengetahui apakah kapal sudah tenggelam. Kapal milik Dumai Express yang membawa sekitar 213 penumpang dari Batam menuju Bengkalis bocor di tengah perairan Karimun. Dasrul mengatakan, kapal terhenti berlayar di sekitar Pulau Karimun dan Pulau Moro.

Kepala Bagian Operasional Dumai Express di Batam Oyong mengatakan, pihaknya sudah mengirim dua kapal untuk membantu kapal Dumai Express.

Sumber: Tribun Kaltim/Kompas.com

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

heli-sar-jeteng-dalhelos2(1)
Kecelakaan Helikopter kembali terjadi di Indonesia tepatnya kejadian di Semarang seperti dberitakan ANTARA News . Lima korban helikopter jenis Bolcow NBO-105 milik Badan SAR Nasional yang jatuh di perairan Pantai Marina Semarang pada Rabu, pukul 10.10 WIB, berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang.Kelima korban itu adalah Pilot helikopter Kapten Marsidi, Co-pilot Lettu Wahyu Ardhi, pelatih "free jump" Mikael, serta dua anggota tim SAR nasional Noor Isrodin dan Slamet Wijayana.

Semua korban tersebut hanya menderita luka ringan di bagian kepala, kecuali Mikael menderita patah tulang bahu kanan.Kepala Kantor SAR Semarang, Slamet Riyadi, yang datang ke tempat kejadian mengatakan helikopter yang jatuh tersebut sebelumnya sedang menggelar latihan dasar bagi personel tim SAR nasional yang dimulai sejak tanggal 6-26 November 2009.Pelatihan dasar ini diikuti sekitar 44 personel Tim SAR dari Jakarta, Semarang, Makassar, dan Kendari."Saat melakukan free jump di tengah lautan tiba-tiba helkopter tersebut jatuh menghantam laut dan hancur, namun seluruh awak dan penumpang helikopter selamat," katanya.

Ia menjelaskan, pelatihan dasar free jump wajib diikuti oleh semua personel SAR yang bertujuan untuk melatih kecepatan TIM SAR dalam mengevakuasi korban bencana di laut.Slamet belum mengetahui apakah pelatihan dasar ini akan dihentikan atau tidak karena masih menunggu hasil evaluasi, sementara mengenai penyebab jatuhnya helikopter, dia belum dapat menyimpulkannya karena masih diselidiki."Kondisi helikopter layak terbang dan cuaca saat kejadian juga sedang bagus," ujarnya. Menurut dia, evakuasi bangkai helikopter akan segera dilakukan pihak Tim SAR Nasional yang akan datang dari Jakarta.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo yang juga meninjau lokasi kejadian mengatakan, polisi akan membantu semua proses evakuasi dan mengerahkan Tim SAR Brimob yang juga mempunyai kemampuan evakuasi korban. Kapolda menduga helikopter tersebut terbang terlalu rendah sehingga jatuh di perairan pantai Marina Semarang, Rabu, sekitar pukul 10:10 WIB dari ketinggian lima meter. Dua awak helikopter dan tiga penumpang selamat, meskipun helikopter hancur berkeping-keping (Sumber Antara News).

Kejadian Kecelakaan Helikopter milik SAR ini juga menjadi pemberitaan luas di Detik.com seperti laporan berikut.

Saksi: Sempat Terdengar Ledakan Keras

Jatuhnya helikopter Basarnas membuat miris pengunjung dan nelayan Pantai Marina Semarang. Apalagi, insiden itu diwarnai ledakan keras."Begitu kakinya mendekati permukaan air, heli langsung miring dan menghunjam. Terdengar ledakan keras sekali," kata saksi mata, Lukito kepada detikcom di lokasi, Rabu (18/11/2009).Lukito tak tahu apakah ledakan itu bersumber dari pecahnya tubuh heli atau hunjaman baling-baling ke air.

Yang jelas, dia sangat kaget saat mendengar suara tersebut. "Kejadiannya cepat sekali. Setelah terdengar ledakan, heli langsung tenggelam," tutur nelayan yang bisa menyewakan kapal ini.Salah satu anggota Basarnas Semarang yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya ledakan itu. Suaranya sangat keras, sehingga terdengar dari bibir pantai.Lokasinya jatuhnya heli berjarak sekitar 300-500 meter dari bibir pantai. Heli jenis Bolco itu tenggelam di kedalaman 5-7 meter. Saat ini, personel Basarnas terus melakukan pencarian dengan menyelam.

Sebagian Baling-baling dan Pecahan Badan Heli Dievakuasi
Proses evakuasi terhadap bangkai helikopter SAR Jawa Tengah (Jateng) yang jatuh di Pantai Marina, Semarang, terus dilakukan. Sejumlah bagian dari helikopter itu sudah berhasil dievakuasi. Pantauan detikcom, Rabu (18/11/2009), bagian helikopter naas tersebut yang sudah berhasil dievakuasi antara lain 1 buah baling-baling dan beberapa pecahan badan helikopter. Benda-benda tersebut kemudian diletakan mejadi satu di pantai.
Sementara di titik yang diperkirakan sebagai lokasi jatuhnya helikopter tersebut, sejumlah petugas SAR masih terlihat berputar-putar. Mereka masih berusaha mengevakuasi badan helikopter yang tenggelam di dasar laut. Peristiwa jatuhnya helikopter ini terus menarik perhatian warga setempat. Mereka berbondong-bondang ke lokasi kejadian. Kondisi ini sempat membuat petugas kerepotan. Sebelumnya diberitakan, heli milik SAR Jateng jatuh saat digunakan untuk latihan di Pantai Marina, Jateng. Helikopter naas tersebut terjatuh di laut, sekitar 200 hingga 300 meter dari bibir pantai. Hingga saat ini belum diketahui sebab-sebab dan kronologis kecelakaan tersebut. Belum ada pihak berwenang yang bersedia memberikan pernyataan resmi mengenai kejadian ini.

Penyebab jatuhnya helikopter SAR Jawa Tengah (Jateng) di Pantai Marina, Semarang, masih belum diketahui. Namun seorang saksi mata mengatakan, helikopter tersebut terlihat oleng dan nyaris menghantam kapal nelayan sebelum tercebur ke laut. "Saat terbang rendah helikopter itu sudah terlihat oleng, bahkan hampir menabrak kapal nelayan sebelum jatuh," ujar Bambang, seorang saksi mata di lokasi kejadian, Rabu (18/11/2009).

Bambang menambahkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dia mengaku tidak mendengar suara ledakan atau apa pun sebelum nasib naas menghampiri helikopter tersebut. Sebelumnya diberitakan, helikopter milik SAR Jateng tersebut jatuh saat digunakan untuk latihan di Pantai Marina, Jateng. Helikopter naas tersebut terjatuh di laut, sekitar 200 hingga 300 meter dari bibir pantai. Akibat kejadian ini, proses latihan SAR langsung dihentikan. Para peserta langsung dibuat sibuk melakukan pertolongan terhadap para korban. Beruntung kelima penumpang selamat, meski 3 di antaranya luka-luka.

Sumber: Antara News & Detik.com

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Sragen - Kecelakaan pesawat kembali terjadi. Sebuah pesawat latih jatuh di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Belum diketahui nasib awak pesawatnya. Pesawat ini jatuh sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (17/9/2009). Kemungkinan pesawat latih itu milik TNI.

Anggota Polres Sragen Briptu Sunarso saat dihubungi detikcom membenarkan informasi jatuhnya pesawat tersebut. "Sekarang personel kami sedang menuju lokasi," kata dia. Dia belum mengetahui kondisi pesawat tersebut. Mengenai korban, Sunarso juga belum mendapat data.

TNI AU: Pesawat Latih Berkapasitas 2 Orang
Pesawat latih TNI yang jatuh di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, berjenis Bravo AS 202. Pesawat kecil itu berkapasitas 2 orang. "Kemungkinan isinya 2 orang karena kapasitasnya 2 orang. Itu siswa yang sedang berlatih," kata Kadispen TNI AU Marsma Bambang Sulitsyo saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (17/9/2009) pukul 12.25 WIB.

Namun Bambang belum mengetahui pasti bagaimana nasib kedua awak pesawat tersebut. "Saya belum tahu, ini baru mau saya pastikan," katanya. Pesawat jatuh sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi pesawat dikabarkan hancur berkeping-keping.
Satu Awak Pesawat Tewas
Pesawat latih TNI AU berjenis Bravo AS 202 yang jatuh di Sragen, Jawa Tengah diawaki dua orang. Salah satu di antaranya tewas. Pesawat ini jatuh sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (17/9/2009) di persawahan di Dukuh Grontok, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

"Ada satu awak pesawat meninggal. Saya belum bisa memastikan awak pesawat lainnya," kata Kanit Reskrim Polsek Sumberlawang Aiptu Sardi saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2009).Aiptu Sardi beserta jajarannya sudah berada di lokasi. Namun, polisi belum bisa melakukan evakuasi, karena masih menunggu kehadiran pihak TNI AU. Pesawat naas itu hancur berkeping-keping. Puing-puin pesawat berserakan di mana-mana. Ratusan warga kini berkumpul di lokasi kejadian melihat kecelakaan itu dari dekat.

Pesawat Latih TNI AU Hancur Berkeping-keping
Pesawat yang jatuh di Dukuh Grontok, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah adalah pesawat latih TNI AU. Pesawat itu hancur berkeping-keping. Pesawat itu jatuh di persawahan sekitar pukul 11.00 WIB. "Ini pesawat latih TNI AU," kata Kanit Reskrim Polsek Sumberlawang, Aiptu Sardi saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2009).

Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat latih itu. Yang jelas, kondisi pesawat itu hancur berkeping-keping. Puing-puing sayap pesawat berserakan. Saat ini, sejumlah aparat Polsek Sumberlawang sudah berada di lokasi kejadian. Namun, evakuasi terhadap awak pesawat masih belum dilakukan. "Kami masih menunggu kedatangan TNI AU," ujar Sardi.

Sumber: asy/nrl/DetikNews
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Kronologi Jatuhnya Pesawat Nomad P-837, Pesawat tersebut terbang dari Tarakan, Kaltim pada pukul 11.00 WITA. Tugasnya untuk mengumpulkan data intelejen maritim di Bandara Long Apung.

"Dalam rangka patroli maritim sekitar 3 jam," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (7/9/2009).

Setelah dianggap cukup, pesawat ini pun bersiap-siap untuk kembali terbang. Namun beberapa warga sipil meminta agar diikutsertakan dalam penerbangan tersebut. "Ada penumpang sipil yang minta menumpang karena kesulitan transportasi," jelas Iskandar.

Setelah terbang selama 45 menit, pukul 13.00 WITA tower di Tarakan menerima laporan dari Pilot Lettu Laut (P) Erwin. "Pilot P-837 melaporkan mengalami gangguan mesin dan kemudian hilang kontak," tambahnya. Pesawat Nomad P-837 adalah buatan Australia. Untuk jenis ini, TNI AL memiliki dua unit. Sedangkan untuk keseluruhan pesawat Nomad yang dimiliki TNI AL sebanyak 42 unit, 23 unit telah didispose, sedangkan 19 unit lainnya masih dapat dioperasionalkan.

Pesawat Nomad terbagi dalam 4 jenis, yakni N-22S, N-22B, N-22MK 1 dan N-24. Pesawat ini memiliki panjang 14,34 m, lebar/wing span 5,53 m, kecepatan maksimum 166 knot, jarak jelajah 900 mil laut, kemampuan lama terbang 5 jam dengan mesin turbo pop.
Pesawat Nomad Terbelah Dua
Jakarta - Naas. Jatuh dan terbelah dua. Itulah kondisi pesawat Nomad milik TNI AL yang jatuh di Desa Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Kondisi Nomad itu adalah kesaksian pemilik tambak yang menemukan Nomad itu.

"Yang diterima dari Polres Bulungan, ada telepon dari pemilik tambak katanya pesawat pecah dua," kata Kabidhumas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Rudi Pranoto kepada detikcom, Senin (7/9/2009).

Menurut Rudi, pihaknya sudah mengerahkan aparatnya menuju ke lokasi jatuhnya pesawat. Jarak lokasi harus ditempuh dalam 3 jam perjalanan via darat. Celakanya lagi, sinyal selular kurang bagus, sehingga komunikasi tidak terjalin dengan baik.

Jatuh di Lokasi Tambak, Pesawat Nomad Yang Jatuh Ditemukan
Jakarta - Pesawat Nomad milik TNI AL yang jatuh ditemukan. Pesawat jatuh di lokasi di dekat tambak. Kini upaya evakuasi sedang dilakukan.

"Sudah ketemu. Pesawat Nomad AL P-837 jatuh di koordinat 03.09.618 N 117.115.75.E di area pertambakan Sekatak, Bengara pada radial 243," kata Kabag Humas Basarnas Gagah Prakoso saat dihubungi melalui telepon, Senin (7/9/2009).

Dia belum memastikan jumlah korban jiwa, namun saat ini tengah dilakukan evakuasi ke lokasi via jalur darat. "Pesawat hilang pukul 13.00 Wita dan ditemukan 1 jam kemudian," jelasnya.

Ada 9 awak di dalam pesawat itu termasuk Lettu Erwin dan Lettu Saiful. "Rute pesawat Tarakan-Lampung-Tarakan, dan kontak tower fall," tutupnya.
Pesawat Nomad Rute Long Apung-Tarakan
Jakarta - Pesawat Nomad milik TNI yang jatuh di Pulau Mentadau berniat akan mendarat di Tarakan dengan keberangkatan dari Long Apung, Kalimantan Timur. Pesawat ini jatuh sekitar pukul 15.00 WIB.

"Pesawat dari Long Apung ke Tarakan," kata petugas Samapta Polres Bulungan, Kalimantan Timur, Briptu Syahriansyah kepada detikcom, Senin (7/9/2009). Sebelumnya, dari 9 penumpang pesawat, 4 di antaranya meninggal dunia. Keempatnya merupakan warga Long Apung.

Hingga kini masih belum jelas titik jatuhnya pesawat karena sebelumnya petugas Bandara Juwata Tarakan mengatakan, pesawat jatuh di Sekatak Senggiri.
(gus/iy)

Bangkai Pesawat Belum Dievakuasi
Jakarta - Bangkai pesawat Nomad P 837 yang jatuh di Sungai Sukun Mentadan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur sampai saat ini belum dievakuasi. Penyebab jatuhnya pesawat juga belum diketahui.

"Belum dievakuasi, masih di TKP," ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Rudi Pranoto kepada detikcom, Senin (7/9/2009). Sedangkan para korban, tambah Rudi, saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Tarakan, Angkatan Laut (AL). "Korban sudah dievakuasi ke RSUD Tarakan," katanya. Mengenai penyebab jatuhnya pesawat Rudi mengaku belum mendapat informasi. "Dugaan sementara jatuhnya pesawat belum diketahui," tandasnya.

Sering Jatuh, Pesawat Nomad Dijuluki The Widow Maker
Jakarta - Di negara asalnya, Australia, pesawat Nomad ternyata sudah tidak diterima. Alasannya, pesawat ini sudah sering mengalami kecelakaan sehingga membuat banyak orang kehilangan anggota keluarganya.

"Nomad di Australia ditolak. Ada istilah The Widow Maker karena banyak orang yang meninggal," ujar pengamat militer dari LIPI, Jaleswari Pramodhawardani kepada detikcom, Senin malam (7/9/2009).

Menurut Jales, di Australia pabrik tempat Nomad diproduksi, sudah tutup sejak tahun 1985. Seharusnya TNI tidak lagi menggunakan pesawat ini karena faktor usia yang sudah uzur.

"Alutista sudah tua tingkat keamanan juga minim," katanya. Jales mencatat kecelakaan pesawat Nomad di Kalimantan Timur bukanlah yang pertama kali terjadi, setidaknya sudah ada tiga kecelakaan terjadi dengan pesawat jenis yang sama.

"Pada 1987 di Perairan Riau, 1988 di Perairan Cina Selatan dan 2007 di Sabang, NAD," ungkapnya. Berkaca pada kejadian ini, Jales berharap, pemerintah dapat segera tanggap mengganti dengan pesawat yang lebih layak untuk membatasi prajurit yang gugur karena kecelakaan. "Sudah cukup kita disuguhkan dengan kecelakaan beruntun," tandasnya.

Polisi: Puing Pesawat Ditemukan, Korban Dievakuasi ke RSUD Tarakan
Jakarta - Tim pencari yang diterjunkan berhasil menemukan bangkai pesawat Nomad P 837 di Sungai Sukun Mentadan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. Seluruh korban baik yang tewas maupun luka-luka segera dievakuasi ke RSUD Tarakan.

"Malam ini juga dievakuasi dengan speed boat. Kemungkinan sekitar pukul 20.00 Wita tiba di Tarakan," kata Kapolres Bulungan AKBP Purnama Barus kepada detikcom, Senin (7/9/2009). Nama-nama korban hingga kini masih simpang siur. Namun informasi sementara 3 dari korban luka adalan Lettu Erwin, Lettu Syaiful dan Serma Sohib. Menurut Barus, keseluruhan penumpang merupakan anggota TNI AL yang sedang melakukan tugas. Sebelumnya diberitakan, 6 orang penumpang bukan anggota TNI AL namun warga sipil.

"Informasi sementara,9 orang korban adalah anggota TNI AL sedang patroli perbatasan, ujar Barus. Lalu benarkan pesawat jatuh karena faktor cuaca? "Kalau soal itu (cuaca), TNI AL yang lebih memahami. Yang jelas Polri hanya membantu proses evakuasi," ujar Barus.
Pilot dan Copilot Luka Berat
Jakarta - 6 Orang yang berada dalam pesawat Nomad P 837 yang celaka di kawasan Kalimantan Timur mengalami luka berat. Dua di antaranya adalah pilot dan copilot. "6 Orang luka berat hingga sekarang kita masih mencari," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Rudi Pranoto kepada detikcom, Senin (7/9/2009) pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya diberitakan, pesawat yang jatuh di kawasan pegunungan Sekatak Senggiri berisi 9 orang. 3 Di antaranya merupakan anggota TNI sedang sisanya warga sipil. Anggota TNI dalam pesawat itu adalah Lettu Erwin, Lettu Saiful, dan Serma Sodikin. Salah satunya seorang mekanik yang dikabarkan tewas. Sedang dua sisanya adalah pilot dan co pilot.
Polisi Masih Identifikasi 2 Warga Sipil yang Tewas
Samarinda - Polisi masih berupaya mengidentifikasi 2 dari 4 korban yang tewas dalam insiden jatuhnya pesawat Nomad P 837 milik TNI AL di Kalimantan Timur. Tidak ada data-data di tubuh korban yang ditemukan.

"Itu informasi dari anggota Polri di lapangan," kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Rudi Pranoto kepada detikcom, Senin (7/9/2009). Seperti diberitakan 5 korban luka-luka terdiri 3 anggota TNI AL masing-masing Pilot Lettu Erwin, Co Pilot Lettu Syaiful, Serma Sadikin dan 2 warga sipil yakni Uhip dan Muhamir. Sementara 4 korban tewas diantaranya Yakub Kayan dan Srihardi. "Tidak ada identitas diri untuk 2 korban warga sipil yang tewas lainnya," ujar Rudi.

Seluruh korban luka telah tiba di Tarakan. Untuk warga sipil dilarikan ke RSUD Tarakan. Sedangkan untuk korban luka anggota TNI AL akan dirawat di RS TNI AL di Tarakan. "4 korban tewas masih dalam perjalanan ke Tarakan," tambah Rudi.

Menurut Rudi, berdasarkan laporan Polsek Sekatak dan Polres Bulungan, cuaca di sekitar lokasi kejadian sebelum jatuh cukup bagus. "Bagus saja cuacanya. Cuma menurut keterangan warga yang melihat pesawat itu, pesawat tiba-tiba mati mesin dan akhirnya jatuh," pungkas Rudi.

Jenazah 2 Korban Tewas Berhasil Diindentifikasi
Jakarta - 4 Orang tewas akibat jatuhnya pesawat TNI AL Nomad P 837 di Kalimantan Timur. Dua orang korban tewas yang sebelumnya tidak diketahui berhasil diidentifikasi.

"Dua korban sudah kita ketahui," ujar Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Rudi Pranoto saat dihubungi detikcom, Selasa (8/9/2009). Dua korban yang berhasil diindetifikasi adalah Muslimin dan Rila. Menurut Rudi, kedua korban tersebut adalah pasangan suami istri.

"Mereka itu suami istri, tapi nama lengkapnya saya lupa," katanya. Dengan diketahuinya identitas 2 korban, berarti seluruh jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Pesawat tersebut mengangkut 9 orang. Berikut daftar nama-nama korban Nomad:
4 korban meninggal:

1. Yakup Kayan
2. Srihardi
3. Muslimin
4. Rila

5 Korban Luka-luka:
1. Pilot Lettu Erwin
2. Co Pilot Lettu Saiful
3. Serma Sadikin
4. Uhip
5. Muhamir.

Sumber: detikNews.
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Magetan - Pesawat Hercules jatuh dan terbakar di persawahan Desa Nggeplak Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, sekitar pukul 07.00 WIB, Rabu (20/5/2009).

Lokasi jatuhnya pesawat Hercules yang diduga milik TNI AU itu jaraknya 4 kilometer dari Lanud Iswahyudi. Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, petugas gabungan dari PMK dan TNI AU sedang melakukan pemadaman.

Wartawan yang di lokasi dilarang mengambil gambar. Sejumlah wartawan yang sedang mengambil gambar langsung dibentak dan diusir. Bahkan petugas juga hendak merampas kamera wartawan.

Sebelum menghujam dan hancur di persawahan, Pesawat Hercules terlebih dahulu menerjang rumah warga di Desa Nggeplak Kecamatan Karas Kabupaten Magetan.Dua rumah yang disambar si burung besi itu milik Sulasmin dan Rusmin. Kedua rumah itu pun hancur, Rabu (20/5/2009). salah satu penghuni rumah meninggal dunia. Korban adalah Suwarni, istri dari Rusmin.

Sedangkan Sulamsmin menderita luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Korban tewas hingga pukul 07.56 WIB dibawa ke rumah kerabatnya, Ny Sri. "Kasihan Suwarni," kata Ny Sri saat ditemui.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno menyatakan jumlah penumpang di dalam pesawat Hercules TNI AU yang jatuh di Magetan sebanyak 98 penumpang dan 14 kru.

Laporan sementara yang diperoleh, kata dia, jumlah orang yang berhasil diselamatkan 10 orang. "Saya peroleh laporan berpenumpang 98 orang dan 14 kru," kata dia saat ditemui Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2009).

Penerbangan ini kata dia adalah penerbangan rutin. "Rencananya akan terbang dari Halim transit di Lanud Iwahyudi dan melanjutkan ke Biak," ungkapnya.

Jumlah korban tewas akibat jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di Magetan, Jawa Timur, terus bertambah. Korban tewas kini telah mencapai 93 orang.

"Data pukul 12.00 WIB, korban meninggal 93 termasuk warga setempat. (Korban) Luka yang masih di rawat 15 dan masih banyak lagi yang dievakuasi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Depkes Rustam Pakaya melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (20/5/2009).

Sebelumnya diketahui jenazah korban ditampung di bagian belakang RS Lanud Iswahyudi Madiun, Jawa Timur. Tim medis juga masih melakukan identifikasi terhadap jenazah.

Jumlah korban tewas kemungkinan masih bisa bertambah. Hingga saat ini evakuasi terhadap para korban di dalam pesawat masih terus dilakukan.
Sumber: Detik News.
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

WASHINGTON - Seorang penumpang mengambil alih kemudi sebuah pesawat bermesin ganda setelah pilot tewas dan berhasil mendaratkan pesawat yang membawa lima orang itu dengan selamat di bandara Florida, kata Badan Penerbangan Federal (FAA), Senin (13/4).

Peristiwa pendaratan itu terjadi Minggu, beberapa menit setelah pesawat King Air meninggalkan Pulau Marco di dekat Naples, Florida, dalam penerbangan ke Jackson, Mississippi. "Beberapa saat setelah berangkat, pilot kehilangan kemampuan," kata Kathleen Bergen, seorang jurubicara FAA.

"Seorang penumpang berhasil mengendalikan pesawat itu, berkomunikasi dengan pengawas lalu-lntas udara dan mendaratkan pesawat itu dengan selamat di Fort Myers (Florida)," tambahnya.

Penumpang yang mengambil alih kendali atas pesawat itu pernah menerbangkan pesawat bermesin tunggal. Namun, ia tidak dipertimbangkan untuk menerbangkan sebuah pesawat bermesin ganda King Air, katanya.

Maka, penumpang itu menghubungi seorang instruktur temannya di Connecticut yang kemudian berbicara dengannya selama penerbangan 40 menit itu. Penyebab kematian pilot itu belum diungkapkan dan menunggu hasil otopsi.(Tribun Kaltim/ANT)

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Tokyo (ANTARA News/Reuters) - Sebuah pesawat kargo milik perusahaan ekspedisi internasional, FedEx Corp, terbanting gelombang angin dan terhempas ke bumi saat mendara di Bandara Narita, Jepang, Kamis, menewaskan dua kru dan memaksa ditutupnya landasan pacu di gerbnag masuk kota Tokyo yang sibu itu.

Beberapa maskapai membatalkan lebih dari 30 penerbangan dan dialihkan ke bandara lainnya begitu dua landasan utama ditutup.

"Kami memperoleh informasi bahwa angin ribut telah menyebabkan pesawat melenceng dari landasan," kata juru bicara Bandara Narita.

Dari tayangan video yang disiarakn stasiun tv pemerintah NHK, pesawat FedEx ini mendarat keras dan menghembaskan saya kirinya hingga terbakar.

Bola api berwarna jingga terang dan asap tebal hitam menyelebungi pesawat begitu pesawat menyentuh landasan.

Petugaw pemadam kebakaran menyiramkan cairan anti api ke pecahan-pecahan pesawat yang rodanya berbalik ada di atas itu.

Pesawat MD-11 ini sedang menuntaskan penerbangan kargo dari Guangzhou, China, demikian pernyataan FedEx.

Dua kru maskapai berkebangsaan Ameria mati seketika, kata seorang pejabat kementerian transportasi kepada wartawa seraya menyebut ini adalah kecelakaan fatal pertama terjadi di Bandara Narita sejak dibuka pada 1978.

Belum terungkap sampai berapa lama landasan utama Bandara Narita yang merupakan bandara internasional utama Jepang ini, akan ditutup.

Japan Airlines Corp, maskapai internasional Jepang utama menyetakan telah membatalkan 27 penerbangan yang mengakibatkan 6.700 penumpang terlunta, sedangkan beberapa penerbangan kedatangan telah dialihkan ke Bandara Haneda di Tokyo dan Sapporo di Jepang utara.

Sementara All Nippon Airways mengungkapkan, telah membatalkan 9 penerbangan, termasuk penerbangan internasionalnya. (*)




Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Drama yang menegangkan pada saat pendaratan darurat pesawat Lion Air JT 972 di Bandara Hang Nadim Batam yang disebabkan roda depan pesawat tidak keluar. Detik per detik tergambarkan melalui photo ekslusif saat-saat pesawat berputar-putar lalu mendarat serta persiapan keselamatan di Bandara.
Berikut cuplikan berita dari Media setempat yang menggambarkan ketengangan yang terjadi khususnya percakapan antara pilot(Capt Anwar) dengan Chief Air Traffic Control Bandara Hang Nadim (Indah Irwansyah dengan dibantu Captain Daniel Direktur Operasional Lion Air).

Komunikasi intensif antara ATC dan Captain Anwar dilakukan seperti biasa melalui gelombang radio komunikasi penerbangan. Adapun komunikasi dengan Captain Daniel dilakukan via telepon secara bersama-sama.

Indah Irwansyah baru memegang mikrofon ATC sekitar pukul 17.25 WIB. Ia ambil kendali ketika petugas ATC lainnya menjelaskan bahwa pesawat Lion Air yang sedianya akan mendarat melaporkan kendala serius karena roda depan pesawat tidak terbuka.

Berikut percakapan ATC Irwan dengan Captain Anwar yang diartikan dalam bahasa Indonesia .
ATC Irwan : "Lion JT972. Di sini ATC, bisa diterima?"
Captain Anwar : "Oke... Silakan..."
ATC Irwan : "Oke... Di mana posisi dan berapa ketinggian?"
Captain Anwar : "Posisi long final, ketinggian 2000 kaki."
ATC Irwan : "Lion JT972 silakan lanjut, pertahankan kecepatan, dan arahkan ke landasan pacu 04."
Captain Anwar : "Oke... oke...."
Petugas ATC secara berkala menanyakan posisi dan ketinggian pesawat.
ATC Irwan : "Boleh tahu di mana posisi dan di ketinggian berapa."
Captain Anwar : "Oke...."
ATC Irwan : "Lion JT 972 upaya telah dilakukan."
Captain Anwar : "Prosedur manual telah dilakukan."
Captain Anwar : "Saya telah coba pull up?"

Komunikasi ini berlanjut di tiap menit dan tidak terhitung jumlahnya, dan pesawat berputar-putar sebanyak 8 kali di wilayah udara Batam selama lebih dari 1 jam.

Sekitar 30 menit sebelum proses pendaratan darurat, Captain Daniel masuk melalui telepon operator. Captain Daniel menginstruksikan seluruh prosedur penerbangan, untuk pendaratan darurat.

Captain Daniel : "Coba tarik dengan kuat tuas tersebut secara manual."
ATC Irwan : "Lion JT 972, tarik sekuat mungkin tuas tersebut."
Captain Anwar : "Oke... dan sudah dicoba berkali-kali."
Sekitar 15 menit sebelum pendaratan darurat, Captain Anwar dengan suara tenang melapor dan meminta izin ke ATC untuk melakukan prosedur pendaratan darurat.
Captain Anwar : "Permintaan segera untuk mendarat."
ATC Irwan : "Landasan telah bersih dan siap digunakan."

Setelah permintaan itu, pada posisi pesawat 5 menit akan mendarat, komunikasi tidak digunakan lagi. Captain Anwar berkonsentrasi tinggi. Namun, radio komunikasi tetap hidup.
Ketika percakapan antara Indah Irwansyah dan Captain Anwar terhenti, percakapan antara Indah Irwansyah dan Captain Daniel terus berlanjut. Bahkan, Indah melaporkan detik per detik pesawat akan mendarat ke Captain Daniel.

ATC Irwan: "Oke... Captain Daniel, posisi pesawat tinggal 15 menit lagi dari landasan pacu."
ATC Irwan : "Oke... Captain Daniel, posisi pesawat tinggal 5 menit lagi."
ATC Irwan: "Oke... Captain Daniel, posisi pesawat tinggal dua detik lagi roda pesawat menyentuh landasan."
ATC Irwan : "Captain Daniel, pesawat menyentuh landasan dengan sempurna."
ATC Irwan : "Captain Daniel, percikan terlihat."
ATC Irwan : "Captain Daniel, pesawat berhenti dan kondisi terkendali."

Setelah semua berjalan lancar dan terkendali, Irwan langsung menekan tombol sirine tanda evakuasi penumpang dimulai. Upaya pemanduan Indah Irwansyah sendiri berakhir dengan terikan keras menyebut nama sang pencipta dari pusat kendali ATC, "Allahuakbar, terima kasih ya Allah."

Terlihat, dari posisi tower, pilot turun terakhir setelah evakuasi penumpang. Pilot langsung digendong beramai-ramai oleh petugas dan tim evakuasi.




19:07-19:22 WIB Pesawat sudah berputar sekitar 6 kali diatas bandara Hang Nadim untuk menghabiskan bahan bakar pesawat.. terlihat kondisi ban depan yg belum dapat berfungsi dgn baik...






20:15 Pesawat pun mendarat, disambut dgn semburan air dr pemadam kebakaran..





20:21 Proses evakuasi dilakukan.




20:27 Paramedic bersiap-siap mengantisipasi penumpang yg menjadi korban..










20:28 Tidak terdapat korban jiwa dalam accident kali ini
Luar Biasa dan Kita patut Bersyukur.
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

NEW YORK – Musibah dengan skala mendekati tragedi 9/11 hampir terulang di kota New York , Amerika Serikat kemarin (16/1). Pesawat Airbus A320 milik US Airways mendarat darurat karena dua mesinnya tidak berfungsi setelah kemasukan burung yang ditabraknya.

Seperti mukjizat, meskipun pesawat dengan 155 penumpang dan awak itu nyemplung ke Sungai Hudson yang membeku, tidak jauh dari pusat kota Manhattan yang padat gedung-gedung tinggi, namun tidak ada korban tewas dalam peristiwa itu. Hanya ada satu penumpang yang patah kaki dan petugas kesehatan menangani 78 penumpang –kebanyakan cedera kecil– di rumah sakit terdekat.

US Airways nomor penerbangan 1549 itu lepas landas dari Bandara LaGuardia, New York, menuju ke Charlotte, North Carolina, pukul 15.26, Kamis (15/1) waktu setempat atau sekira pukul 05.26, Jumat dini hari (16/1) WIB. Setelah satu menit terbang, pilot melaporkan adanya ’’serangan burung terhadap dua mesin’’ dan meminta izin untuk kembali ke darat. Tapi, upaya pilot itu diurungkan dan dia memilih mendaratkan pesawatnya ke Sungai Hudson.

Keputusan tersebut ternyata tepat. Permukaan Sungai Hudson yang saat itu bersuhu 1 derajat Celsius mampu mencegah benturan keras ke bodi pesawat. Selain itu, dalam hitungan menit, perahu karet tim SAR dan paramedis New York datang melakukan pertolongan. Meskipun shocked, penumpang pesawat US Airways hanya merasa kedinginan dan mereka bersyukur semua bisa selamat.

Menara kontrol Bandara LaGuardia sempat melihat pesawat melewati Jembatan George Washington dengan jarak 300 meter sebelum masuk ke air. Seorang saksi mata, Ben Vonklemperer, mengatakan dirinya melihat langsung kejadian dari lantai 25 gedung bank tempatnya bekerja.

’’Ini merupakan keputusan yang tepat memasukkan pesawat dalam air,’’ katanya. Lantas, siapakah sang pilot terampil dan ’’berkepala dingin” itu? Dialah Chesley B ’’Sully’’ Sullenberger III, 57, dari Danville, California, AS. Menurut data kantor berita AP, Sullenberger adalah mantan pilot tempur yang juga sempat menjadi konsultan perusahaan penerbangan komersial. Sebelum bergabung dengan US Airways pada 1980, dia menerbangkan jet tempur F-4 di Angkatan Udara AS pada 1970-an. Dia kemudian bekerja pada badan penyelidik kecelakaan pesawat terbang dan juga sempat aktif di US National Transportation Safety Board.

Pengalaman panjang itu membuat Sullenberger sangat tenang saat menghadapi situasi dua mesin mati dan sedang berada di atas kota dengan penduduk terpadat di AS. ’’Dia mendaratkan pesawat itu dengan benturan yang sedikit lebih keras dibandingkan saat pesawat biasanya landing,” ujar seorang penumpang, Joe Hart.

Bahkan, setelah seluruh penumpang dievakusi, Sullenberger masih menolak meninggalkan pesawat. Dia memilih mengitari pesawat dua kali guna memastikan semua penumpang sudah keluar dan memastikan tidak ada lagi yang berada di dalam pesawat. Sullenberger kini menjadi ’’pahlawan dadakan” di AS, yang mengundang pujian dari wali kota dan gubernur serta langsung memunculkan situs penggemar (fans club online).

’’Kita baru melihat keajaiban di Hudson. Tragedi ini boleh jadi merupakan yang paling spektakuler bagi kota New York,’’ ujar Gubernur New York David Paterson yang menyebut insiden itu sebagai ’’mukjizat Hudson’’.

PESAWAT TEMPUR

Sementara itu Chesley B ’’Sully’’ Sullenberger adalah pilot kawakan. Lelaki 57 tahun itu menerbangkan US Airways sejak 1980. Sebelum menerbangkan pesawat sipil, Sully memiloti pesawat tempur F-4 pengawal pesawat kepresidenan AS, Air Force One. Pengalaman pentingnya itu dilakoni pada 1970-an. Selepas menjadi pilot kemiliteran, Sully mengabdi sebagai penyelidik insiden penerbangan. Dia ikut serta dalam beberapa investigasi Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS.

Sully juga presiden Metode Keselamatan Teruji, perusahaan di California yang mendedikasikan pada keselamatan penerbangan. Tekadnya ialah menggunakan penerbangan komersial yang paling aman sebagai bahan konsultasi. Setelah membuat ’’mukjizat di Hudson’’ itu, mailbox perusahaannya langsung penuh. Para penggemar dadakan langsung menyerbu untuk memberikan selamat.

’’Ya, Tuhan. Saya takut terbang. Tetapi, saya akan gembira menjadi salah seorang penumpang di pesawat Anda,’’ tulis Melanie Willis dalam tembok ’’Fans Sully Sullenberger’’. ’’Anda menyelamatkan nyawa banyak orang dan Anda pahlawan sejati.’’ Dia juga dipuji sebagai pilot yang berada di urutan paling belakang ketika keluar dari pesawat. Saat krisis itu, Sully didampingi kopilot Jeff Skiles. Pilot berusia 49 tahun ini juga berpengalaman 23 tahun menerbangkan US Airways.

Selain pengalaman, Sully pernah belajar psikologi. Fokusnya, bagaimana menjaga agar kru penerbangan tetap bisa bertugas dengan tenang selama krisis di udara. Info itu disampaikan koleganya, Robert Bea, insinyur sipil yang ikut mendirikan Pusat Manajemen Bencana Besar di Universitas California Berkeley. Bea yakin, hanya sedikit pilot yang bisa mengendalikan situasi dengan baik dan mendarat dengan aman seperti Sully.

’’Ketika pesawat sedang meluncur jatuh dengan banyak orang yang memercayaimu, itu adalah tes. Sully membuktikan bisa menyelesaikan tes itu. Dia telah mempelajarinya, dia berlatih, dan dia menjadikannya bagian dari hatinya,’’ kata Bea. (Sumber : Kaltim Post/CNN/AP/kim/roy)

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

MAKASSAR — Kapal Motor (KM) Teratai Prima yang dihantam ombak setinggi tiga meter tenggelam di perairan Majene, Sulawesi Barat, yang memiliki kedalaman 500 meter. "Lokasi kecelakaan KM Teratai sekitar tiga mil dari bibir pantai Majene dan enam mil dari lokasi jatuhnya pesawat Adam Air," kata Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama Ignatius Dadiek Surarto kepada Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, sesaat sebelum meneruskan perjalanan ke Sulawesi Barat, Senin.

Personel darat yang diturunkan dan dikoordinasi pihak Lantamal VI dan kini telah berposko di Parepare sebanyak 108 orang, terdiri dari 23 personel Marinir, empat orang tenaga komunikasi, satu tenaga penerangan, 20 personel Badan SAR Nasional dan delapan orang tenaga cadangan. Sampai saat ini baru satu jenazah korban tewas ditemukan berjenis kelamin perempuan tanpa identitas. Korban ditemukan di Teluk Mandar.

Sementara itu, korban selamat menjadi 31 orang atau bertambah delapan orang yang ditemukan hari ini. Empat di antara korban selamat adalah ABK. Dalam laporannya kepada Menhub Jusman, Danlantamal Dadiek meminta bantuan bahan bakar untuk unit-unit penyelamat terutama yang sedang disiagakan di Kota Parepare, Sulsel, dan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar. (Sumber Tribun Kaltim ANT)
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

 

Belajar Blog

Arsip Blog

Copyright (c) 2008
| Belajar Blog | Syiar Islam | CatatanGecor| Jump to TOP