Selamat Datang & Terima kasih Kunjungannya, Kami Mangabarkan Selanjutnya Anda Menentukan, Menerima Artikel & Banner Promo GRATIS! Kirim ke gecor_raden@plasa.com
Tampilkan postingan dengan label Inspiration Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration Story. Tampilkan semua postingan

Awalnya adalah kesederhanaan. Namun dengan kesabaran, keuletan, dan ketegaran, seniman jalanan ini pun bisa meraih kemakmuran. Tak ada seniman lain yang bisa berdiri di panggung setinggi langit (benar-benar setinggi langit secara fisik) kecuali seorang Guy Laliberte.

Bagaimana anak seorang perawat yang sekolahnya saja cuma sampai SMA bisa manggung di ruang angkasa?

seniman2seniman1 seniman

Panggung itu berlangsung pada 9 Oktober 2009. Dunia menyaksikan Guy Laliberte berbicara dari stasiun ruang angkasa atau International Space Station (ISS) dalam satu program siaran langsung televisi ke bumi. ISS yang berjarak 300-an km dari muka bumi itu pun berubah jadi panggungnya.Laliberte tampil dengan mengenakan hidung badut.

Guy Laliberte
Personel grup band U2, Bono, yang menjadi salah satu pendukung program itu melakukan dialog dengannya. Menurut Bono, Laliberte adalah "Badut pertama yang bisa menjelajah hingga ke ruang angkasa."

Laliberte bisa pergi ke ruang angkasa dengan membayarUS$ 35 juta (sekitar Rp319 miliar), agar biasa menggunakan pesawat ulang-alik milik Rusia, Soyuz. Statusnya adalah "turis ruang angkasa." Namun itu tak masalah karena Laliberte sanggup membayarnya. Di situlah kelebihan lelaki kelahiran 2 September 1959 ini. Ia berhasil mengubah dirinya yang kekurangan uang di jalanan pada masa mudanya menjadi lelaki yang kelebihan uang untuk jalan-jalan.

Laliberte terlahir sebagai seorang anak biasa. Orang tuanya masuk dalam kelompok kelas menengah di Quebec, Kanada. Ibunya seorang perawat dan ayahnya seorang excecutive public relation sebuah perusahaan di Quebec. Ia terbiasa dengan kegembiraan dan alunan musik di rumah. Dengan kegembiraan yang selalu mengelilinginya itu Laliberte mengaku tumbuh sebagai pemimpi. Ia terobsesi menjelajahi dunia dan bertemu dengan aneka budaya.
Jiwa petualangannya diwujudkan sejak SMA. Saat itu ia bergabung dengan grup musik "La Queula du loup". Dari grup musik inilah ia diperkenalkan pada musik jalanan. Ia membuat pertunjukan di jalanan dengan skill dan kepercayaan diri tinggi. Dengan bekal keterampilan itu (mulai dari main harmonika hingga main sulap) ia bisa menjelajahi berbagai kota. Ia lalu meminta izin orangtuanya untuk pergi ke Eropa agar bisa mempertunjukkan keahliannya di berbagai jalanan Eropa.
Tiba di London, Laliberte tak punya cukup uang sehingga tak punya tempat untuk menginap. Ia menghabiskan malam pertamanya di ibu kota Inggris dengan tidur di bangku taman Hyde Park. Setelah itu mulailah ia menjelajahi Eropa dengan biaya hidup dari hasil pertunjukan-pertunjukan jalanannya. Tak hanya mempertontonkan keahliannya, ia juga mencoba belajar banyak hal dari para street performers di seluruh kawasan Eropa.
Setahun merantau, Laliberte pulang ke Quebec. Ia mengawali hidup di tanah kelahirannya sebagai manusia normal. Ia bekerja di perusahaan pembangkit listrik. Namun, ia cuma bekerja tiga hari. Ada ada pemogokan massal yang membuatnya keluar. Alih-alih mencari pekerjaan baru, Laliberte malah bergabung dengan seniman jalanan Gilles Ste-Croix. Bersama Gilles, ia menggagas festival seni jalanan hingga pesta karnaval.
Awalnya, gagasan festival dan karnavalnya ditolak warga. Namun Laliberte tak patah semangat. Ia mencoba dan mencoba lagi dengan mencari kota lain yang bisa menerimanya.Sampai akhirnya gagasannya diterima dan berhasil diwujudkannya. Bahkan tak hanya itu. Ketika ia mengajukan proposal untuk menyelenggarakan festival seni besar-besaran memperingati 450 tahun penemuan Kanada, proposal itu diterima pemerintah Kanada. Dari sanalah namanya mulai melejit.
Sukses di Kanada ia mencoba menjajal Hollywood. Seorang seniman jika ingin menguasai dunia harus bisa diterima di Hollywood, katanya. Karena itu ia mempertaruhkan segalanya ketika ikut Los Angeles Arts Festival. "Hidup atau mati di LA," katanya bertekad. Ini karena uang yang dipertaruhkannya pas-pasan. Jika pertunjukkannya gagal di LA, ia dan timnya tak akan bisa makan dan pulang karena tak punya uang. "Kita akan berhenti berkembang jika kita takut mengambil risiko," ujarnya tentang kenapa ia senekat itu.
Namun untuk memperkecil peluang buruk, sebelum berangkat ia mempersiapkan segalanya sesempurna mungkin. Persiapan mati-matian itu membuahkan hasil. Ia dan tim sirkusnya mendapat standing ovation dari bintang-bintang Holywood. Sejak itu namanya akrab dengan Hollywood dan dunia entertainment serta kemudian mengangkat harkat derajatnya ke posisi tinggi.
Menurut sebuah taksiran seperti dilansir Wikipedia, harta Laliberte saat ini mencapai US$ 2,5 miliar atau lebih dari Rp 22,5 triliun. Dengan melihat harta keseluruhannya ini, harga tiket Soyuz itu jadi tak ada artinya. Itu setimpal dengan perjuangannya. Apalagi tiket itu untuk menyempurnakan kegilaan traveling-nya. Jika seluruh dunia sudah dijelajahi, mana lagi yang harus ditempuh? Satu yang tersisa yaitu ruang angkasa itu.
Orang akan terkagum-kagum jika membaca perjuangan hidupnya. Bagaimana mungkin seorang seniman jalanan yang adalah anak seorang perawat bisa bertamasya ke ruang angkasa? Laliberte membuktikannya.
Sumber : Tim AndrieWongso.com
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

"Bila kamu bekerja dengan jujur dan dapat dipercaya, mungkin sesuatu yang baik akan menghampiri."


jujur2
jujur1
jujur
Pernyataan itu sangat bijak, inspiratif, dan filosofis.Terbayang orang yang mengungkapkannya adalah seseorang yang sederhana, orang yang bekerja tanpa pamrih, tekun, dan tak banyak menuntut. Dan itulah gambaran Indra Tamang, si pengungkap pernyataan itu.
Ia seorang lelaki kelahiran Nepal 57 tahun lalu, yang baru-baru ini menjadi berita besar di Amerika Serikat.Melihat apa yang dialami Indra sekarang, pernyataan tadi menjadi makin berharga karena imbalan kejujuran dan ketulusan menjadi sesuatu yang tak berbatas. Bahkan melebihi yang dibayangkan seseorang!

- Indra Tamang -

Pada akhir tahun 1960-an, Indra masih bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran di Kathmandu, Nepal. Ia amat cekatan. Dan kepandaiannya memasak, menata meja, dan melayani tamu restoran membuat Charles Henri Ford, seorang penulis & fotografer, terkesan. Pertemuan Ford dan Indra tak hanya sekali. Apalagi Ford kemudian membeli rumah di Kathmandu sehingga mereka bisa sering bertemu.
Ford akhirnya mengangkat Indra menjadi pembantunya. Pertama-tama Indra dimintanya membeli barang-barang kebutuhan pokok dan mengantar surat menggunakan sepeda. Lama-lama Indra juga diajak belajar fotografi. Bahkan Indra kemudian ikut serta dalam petualangan Ford bersama rekan-rekannya menjelajahi Kathmandu-Iran-Afganistan, Pakistan, dan India.
Pada tahun 1973 Ford memutuskan kembali ke AS dan mengajak Indra Tamang ikut. Indra tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan kemudian menjadi pelayan Ford di Negeri Paman Sam. Ford sendiri bukanlah tokoh sembarangan. Dengan profesinya itu, Ford merupakan tokoh terpandang yang tinggal di kompleks elit Dacota, New York.

Sahabat

Bagi Indra, Charles Ford tak sekadar tuannya. Ia juga sahabat. Ini diakui Indra kemudian. "Antara saya, Ford dan Ruth (adik Charles Ford), terikat pertemanan yang mendalam," ujarnya. Indra meski tetap sederhana sering diminta Charles Ford untuk memotret acara-acara resminya bersama Ruth. Bahkan hasil karya Indra ikut juga dibukukan Ford. Kedekatan Ford dengan Indra dibuktikan juga ketika Ford mengikuti agama Indra, untuk memeluk Buddha.
Indra memang pelayan yang setia dan jujur. Itulah kenapa Ford mempertahankannya hingga akhir hayatnya. Charles Ford meninggal pada tahun 2002 dalam usia 89 tahun.Berati Indra melayaninya sekitar 38 tahun.

Ruth Ford, di New York

Sepeninggal Charles Ford, Indra beralih melayani sang adik, Ruth Ford, yang merupakan mantan artis dan model Hollywood. Kebetulan antara apartemen Charles Ford dan Ruth tak berjauhan. Sebenarnya Indra sudah melayani Ruth sejak wanita ini sakit-sakitan ketika kakaknya (Charles Ford) masih hidup.
Indra sendiri, di Negeri Paman Sam, menikah dengan seorang wanita Nepal pilihannya. Ia hidup sederhana di distrik Queens, New York. Meski tak tinggal di apartemen Ruth, Indra bisa mengurus Ruth dengan telaten. Padahal Ruth sendiri punya pembantu di apartemennya. Setiap kali Ruth meminta bantuan, ia akan datang memberi pertolongan. Bahkan Indra bisa mengorbankan hari-harinya bersama keluarga untuk melayani Ruth.
Mungkin itulah yang membuat Ruth terkesan dan percaya.Ketika Ruth meninggal Agustus tahun lalu dalam usia 98 tahun, kekayaan peninggalannya bukannya diwariskan ke putrinya. Ruth malah mewariskan dua apartemen dan isinya pada Indra. Total harta yang diwariskan ke Indra itu mencapai 5,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 50 miliar. Kontan saja Indra jadi orang kaya baru di Dacota, New York.

Sebuah sudut dari apartemen Ruth di daerah elit New York, yang diwariskan untuk Indra

"Terima kasih, ayah dan ibuku telah melahirkan saya, dan terima kasih Mississippi (kota kelahiran Charles Ford) telah membawa Charles ke saya. Dan terima kasih padanya (Charles) dan Ruth yang membuat saya jadi seorang New Yorker sekarang," ujarnya.
Cerita Indra Tamang ini baru terungkap belakangan setelah wartawan Associated Press menelusuri kisah Indra yang berubah dari orang dusun di Nepal menjadi seorang kaya di New York. Dan yang mengubah semua itu adalah

Sumber: Tim AndrieWongso.com http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/3372/Kejujuran_Membawa_Berkah/

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

tanjungtanjung1
Chairul Tanjung berbagi rahasia suksesnya menjadi pengusaha. Menurut pria yang masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes tersebut, modal utama untuk menjadi seorang pengusaha bukanlah modal yang besar.

Namun yang terpenting, seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah. "Tanpa kerja keras ini semua omong kosong. Modal utama pengusaha adalah jangan cengeng, jangan mudah menyerah," kata Chairul saat ditemui dalam Pesta Wirausaha 2010 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Minggu (11/4/2010).

Apa yang disampaikannya bukanlah omong kosong belaka. Namun lebih berdasarkan pada pengalamannya sebagai seorang pengusaha sukses. Ia mengaku saat memulai membangun kerajaan bisnisnya, ia sudah terbiasa bekerja lebih dari 18 jam per hari. Menurut Chairul, itu dilakukan untuk mewujudkan impiannya, yang sering dianggap terlalu.

"Anda semua akan dapat berdiri di sini menggantikan saya apabila bekerja keras. Dan dibutuhkan kemampuan entrepenuer dan manajerial yang baik. Tidak lagi semata-mata modal," ungkapnya di hadapan para wirausaha yang bernaung dalam wadah komunitas 'Tangan Diatas' (TDA).

Selain kerja keras, hal lain yang harus diingat adalah kerja ikhlas. Setelah itu, imbuh dia, baru menyerahkan segala hasil kerja keras yang dilakukannya kepada Tuhan.

Tips lainnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses di tanah air yaitu harus mampu menciptakan bisnis yang tidak biasa (unusual). Dirinya mencontohkan bagaimana seorang pengusaha air mineral, AQUA, menciptakan peluang yang tidak dipikirkan orang kebanyakan sebelumnya. Dan akhirnya AQUA diikuti oleh banyak pengusaha lain untuk terjun di bisnis air kemasan.

"Kita juga ingat bagaimana Bill Gates menjadi pendiri Microsoft, dan menciptakan sistem komputer pertama yang dapat digunakan dengan mudah. Bill Gates juga tercatat sebagai yang paling sering masuk dalam orang terkaya di dunia. Sekarang siapa yang bisa menyaingi Microsoft. Begitu juga dengan AQUA. Tidak ada," paparnya.

Seperti diketahui, pada awal bulan lalu pemilik Para Group ini masuk ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah forbes, dia menempati posisi 937 dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 1 Miliar. Tahun lalu, pengusaha kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia.

Selama ini, bidang bisnis yang pernah digeluti olehnya adalah bidang keuangan, properti, dan multimedia. Bahkan Chairul Tanjung pernah dinobatkan sebagai seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia oleh Majalah Warta Ekonomi.

Chairul bukan tergolong pengusaha "dadakan" yang sukses berkat kelihaian membangun kedekatan dengan penguasa. Mengawali kiprah bisnis selagi kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, sepuluh tahun kemudian ia telah memiliki sebuauh kelompok usaha yang disebut Para Group yang membawahi dua stasiun televisi yaitu Trans TV dan Trans7. Selain itu Chairul juga membidangi usaha sektor keuangan melalui PT Bank Mega Tbk.

Kelompok usaha ini dibangun berawal dari modal yang diperoleh dari Bank Exim sebesar Rp 150 juta. Bersama tiga rekannya yang lain, ia mendirikan pabrik sepatu anak-anak yang semua produknya diekspor.

Sumber: detikFinance(epi/qom)

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

ken ken1 ken2
Kutipan lirik lagu The Greatest Love of All di atas, dapat menggambarkan geliat dan pergumulan hati Ken Soetanto, pada saat ia terpaksa harus berhenti bersekolah. Tahun 1965, ketika terjadi gejolak politik, Chung-Chung High School di Surabaya - Jawa Timur ditutup pemerintah. Padahal waktu itu, ia baru duduk di kelas satu SMA.
Maka, selanjutnya ia bekerja di toko milik kakaknya. Sembilan tahun kemudian, akhirnya ia berhasil berangkat ke Jepang untuk melanjutkan sekolah.
Berbekal semangat belajar tinggi, tekad yang pantang menyerah, serta terus menggenggam erat mimpi-mimpinya, Ken berhasil meraih gelar profesor dan empat gelar PhD/Doktor dari empat universitas berbeda di Jepang. Yaitu PhD di bidang aplikasi rekayasa elektronika dari Tokyo Institute of Technology (1985), PhD di bidang kedokteran dari Universitas Tohoku (1988), kemudian gelar Doktor ilmu farmasi dari Science University of Tokyo (2000), dan Doktor ilmu pendidikan dari Universitas Waseda (2003). Bahkan dari pengembangan interdisipliner dari keempat ilmu yang dikuasainya, Soetanto telah menghasilkan 29 paten di Jepang dan dua paten di Amerika Serikat.

Berbagai penghargaan berhasil diraih Soetanto, di antaranya Outstanding Achievement Awards in Medicine and Academia dari Pan Asian Association of Greater Philadelphia, AS. Juga predikat profesor riset terbaik dan profesor mengajar terbaik selama tujuh tahun berturut-turut di Toin University of Yokohama.
Sebuah pencapaian yang bukan hanya sangat luar biasa, akan tetapi bahkan terbilang nyaris mustahil. Mengingat, sebelumnya begitu banyak rintangan yang harus ia hadapi. Mulai dari para akademisi Jepang yang meremehkannya sampai kisah masa kecilnya yang rapuh dan mengidap penyakit TBC saat masih tinggal bersama ibu tirinya.
Lalu, dari mana semua keberhasilannya itu ia peroleh? Jawabannya, seperti bunyi pepatah lama "There is no Greatness, without Suffering! Tak ada KEAGUNGAN tanpa PENDERITAAN". Seperti apa persisnya penderitaan yang di lalui Soetanto di masa kecilnya? Serta bagaimana ia terus berusaha berkelit dari semua rintangan yang datangmenghadang? Berikut kronologinya.
Sukses yang Tertunda
Saat sekolah SMA-nya ditutup, Soetanto terpaksa bekerja sebagai tukang reparasi radio di toko milik kakaknya. "Setiap tutup toko jam delapan malam, saya belajar sampai jam lima pagi. Saya terus mengotak-atik radio dan tape. Semangat ini masih saya bawa sampai sekarang, dan inilah semangat yang kemudian mendorong saya untuk mengambil sekolah di Jepang," kisahnya kepada majalah motivasi LuarBiasa. "Setelah saya bisa, kemudian saya mulai muter ke toko-toko elektronik yang ada di Blawuran, untuk menawarkan reparsi secara cuma-cuma.
Saya ditanya kamu siapa? Apa bisa reparasi? Waktu itu orang belum percaya kepada saya. Biasanya saya jawab: nanti nggak usah bayar, kalau rusak komponennya saya ganti. Waktu itu saya keliling memakai sepeda."
Meski tokonya kemudian berkembang sangat pesat, sehingga Soetanto pun berhasil mengumpulkan banyak sekali uang, akan tetapi panggilan jiwanya tak berhenti mengusik. Ia tak sedikit pun bermimpi ingin menjadi pedagang, meski bakal berhasil sekaya apa pun. Keinginannya pada waktu itu hanya satu, yaitu ingin terus menuntut ilmu, dan menjadi ilmuwan. Akan tetapi dalam suasana sosial politik di Indonesia pada waktu itu, peluangnya boleh dibilang mustahil. Karena itulah mimpi berikutnya adalah sekolah di Jepang.
"Untuk biaya sekolah ke Jepang, kebetulan saya punya tabungan dan kakak saya juga akan membantu separuhnya. Sebetulnya kakak saya menentang, dia bilang: orang yang lulus S1 saja inginnya menjadi manajer, lha kamu yang punya perusahaan sendiri kok mau kembali menjadi kere? Saya ingin sekolah lagi karena saya merasa bahwa selama berusaha mencari uang, perasaan saya hampa, sehingga hanya berjalan begitu-begitu saja. Saya memerlukan teknik, untuk bisa mengabdi kepada masyarakat. Sebetulnya saya punya dua pilihan, yaitu sekolah ke Jerman atau ke Jepang. Tetapi akhirnya saya lebih memilih ke Jepang."
Ketika akhirnya Soetanto berhasil meneruskan sekolah ke Jepang, perjuangan yang sesungguhnya baru dimulai. "Pada saat mulai belajar bahasa di sana, saya diremehkan. Sebab, saat sekolah itu umur saya sudah 27 tahun. Dan di sana, lazimnya pada saat umur 27 tahun, orang sudah lulus S3 dan sudah memperoleh gelar PhD. Kalau dihitung-hitung, saya sudah telat delapan tahun.
Rencananya saya mau sekolah di Jepang selama satu tahun, tapi akhirnya sampai empat tahun. Pada saat memasuki tahun ketiga, tiba-tiba perusahaan kakak saya di Pasar Turi, terbakar. Waktu itu sekitar 3.500 sampai 4.500 toko terbakar habis dalam waktu 3 hari. Karena itu kakak saya bilang, ‘Maaf saya sudah sudah tidak bisa membantu biaya kamu lagi, kamu sebaiknya pulang sekarang.' Saya jawab, ‘Saya pasti lulus! Untuk itu, saya tetap akan meneruskan sekolah tanpa kiriman dari kakak.' Kebetulan saya di Jepang mengajar privat, dengan penghasilan 40 ribu yen, atau kira-kira sepertiga dari biaya hidup yang saya butuhkan. Singkatnya, never-never give up, saya kejar terus," kisahnya, tentang masa-masa awal ia menerima cobaan.
Soetanto berhasil menyelesaikan S1 dalam waktu empat tahun, S2 selama dua tahun, dan S3 di Tokyo Institut of Technology selama tiga tahun. "Setelah persis tiga tahun lulus S3, saya merasa harus pulang ke Indonesia, untuk membawa istri dan anak saya datang ke Jepang. Kebetulan saya mempunyai dome yang murah, sehingga bisa mengajak istri dan anak tinggal di Jepang.
Tapi ternyata setelah satu setengah tahun mencari pekerjaan, saya nggak mendapatkannya. Dari lima puluh surat aplikasi (lamaran) yang saya kirim nggak ada satupun yang dijawab! Saya sempat heran, Tokyo Institut of Technology sekolah saya itu, merupakan sekolah yang bagus, setara dengan MIT-nya Jepang. Nilai saya pun juga bagus, tapi nyatanya kok nggak ada satu pun yang mau membalas lamaran saya. Sampai akhirnya saya tahu, bahwa ternyata orang Indonesia atau orang luar negeri nggak mungkin bisa bekerja sebagai akademisi di Jepang. Ada semacam tembok penghalang yang merintangi.
Saya terus berusaha mencari jalan keluar, sampai kemudian saya berkesimpulan, bahwa satu-satunya cara agar bisa dapat pekerjaan, saya harus melebihi kepintaran orang Jepang. Saya harus lebih pintar, lebih jago dari mereka. Tapi bagaimana caranya? Pada saat itu saya sudah memiliki gelar PhD di bidang elektro," kenang Soetanto.
Soetanto akhirnya kuliah lagi. Kali ini Soetanto mengincar gelar PhD di bidang kedokteran. "Mestinya, waktu yang saya butuhkan untuk sampai mencapai gelar PhD sekitar tujuh tahun. Tapi syukurnya, dalam waktu 3,5 tahun saya sudah meraih gelar Doktor. Dengan mengaintongi dua gelar PhD, saya merasa menjadi orang top. Kalau istilahnya orang Jepang, seperti ‘hantu yang membawa besi.' Hantu itu sudah ditakuti, apa lagi masih ditambah membawa besi, maka akan sangat ditakuti dan kuat. Dalam pikiran saya, pasti saya bakal langsung dapat pekerjaan. Karena saya merasa seperti layaknya Doktor lulusan Stanford dan Doktor lulusan Harvard di Amerika. Tapi siapa sangka, pada saat saya kembali mencari pekerjaan, ternyata saya tidak juga mendapatkannya. Padahal biaya hidup, saya sudah nggak punya. Sampai anak istri saya ungsikan ke Hong Kong di tempat kakaknya.
Karena tidak punya uang, tempat tinggal saya ganti dengan yang lebih kecil. Dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba ada telepon dari profesor saya, yang saya panggil dengan sebutan Profesor IT. Profesor ini benar-benar pintar, sangat hebat, patennya hampir mencapai 900 item, tetapi sangat kejam. Dia menelepon saya, memberi kabar bahwa dia sudah pensiun. Kemudian ia minta tolong saya, untuk mengurusi murid-murid kiriman Pak Habibie dari Indonesia.

Singkatnya, pada waktu bertemu dia sempat mengeluh, "Aduh, saya pusing menjadi Chairman, karena disuruh mencari dosen Biomedical, di Jepang mana ada?' Maka segera saya jawab, ‘Pak saya ini dari kedokteran dan biomedical.' Dia bingung mendengar jawaban saya. Profesor ini dulu dosen saya di S1 dan S2. Tak lama kemudian dia tanya, ‘Apa kamu bisa?' Singkat cerita, saya dikenalkan ke Rektor. Setelah itu saya dites. Hasilnya? Respektor saya 37, sudah sangat cukup, bahasa Inggris saya juga cukup. Mereka bilang: Ya sudah, besok kirim aplikasinya."
Seketika Soetanto merasa sangat senang sekali! Akhirnya dia berhasil mendapat pekerjaan juga. ‘Tuhan memang mangasihi orang-orang yang tidak putus asa', begitu pikirnya. "Saking senangnya, aplikasi papernya saya buat serapi mingkin. Sampai saya harus menyiapkan hingga jam lima pagi. Saya nggak berani tidur, karena jam 7 pagi saya mesti sudah berangkat ke universitas untuk menyerahkan aplikasinya. Pada saat saya memasuki kampus, orang-orang nggak ada yang melihat saya. Sudah jam 9, akhirnya saya permisi memperkenalkan diri, ‘Saya ini Soetanto yang kemarin datang bersama profesor IT.' Sampai saya menunggu selama 45 menit, semuanya masih pada diam.
Sekali lagi saya buka suara, ‘Saya ini Soetanto muridnya profesor IT yang kemarin ke sini, Anda kemarin juga ikut menemui saya kan?' Lagi-lagi, semua tetap diam. Baru sekitar jam setengah 11 siang, profesor keluar dari ruangan, saya senang sekali. Tiba-tiba, si profesor berkata ‘Tanto, ini bukan di Indonesia, ini Jepang, lupakan aplikasi kamu!' Wah...saya jadi bingung. ‘Yang menyuruh kan Anda? Yang mencari dosen kan Anda? Yang suruh bawa aplikasi juga Bapak sendiri kan?'
Dengan dingin dia bilang kepada saya, ‘Kamu ke sini kan untuk belajar dari orang Jepang.' Mendengar jawaban itu kontan saya menangis. Profesor itu menambahkan. ‘Kamu itu bisa belajar atas bantuan orang Jepang, kok sekarang mau mengajar orang Jepang? Orang Jepang tidak butuh kamu!' Hati saya benar-benar hancur saat itu," tutur Soetanto.
Namun, netter yang luar biasa, semua peristiwa pahit yang dialami Soetanto sejak masih kecil hingga berbagai tekanan yang diterimanya di Jepang, seakan memang dimaksudkan "kehidupan," untuk mempersiapkannya. Sebagaimana tekanan dan panas bumi dalam suhu tinggi yang mampu mengubah batu bara biasa, menjadi berlian yang indah. Begitu pula yang terjadi pada Soetanto. Beliau kini telah menjelma menjadi "orang besar". Ia adalah orang pertama dari luar Jepang yang bisa menduduki level jabatan Kepala Divisi di Universitas Waseda-salah satu universitas paling top di Jepang, bahkan dunia, khususnya dalam hal sains. Tahukah Anda? Kementerian Pendidikan Jepang bahkan membiayai risetnya hingga 14 juta dollar AS (sekitar Rp144 miliar) per tahun.
Ken Soetanto juga menjadi salah satu dari tiga pemohon paten paling terkemuka di Jepang, yang telah mempublikasikan lebih dari 1100 karya ilmiahnya. Kini, ia menjabat sebagai guru besar School of International Liberal Studies di Universitas Waseda, guru besar di Toin University of Yokohama, Jepang, dan anggota Komite Evaluasi Tokyo Institute of Technology.
Sebagaimana dialami oleh Albert Einstein yang pada waktu kecil benar-benar dianggap sebagai anak yang payah serta bodoh dalam semua mata pelajaran, kecuali matematika, tapi kemudian malah berhasil menjadi fisikawan terbesar Abad Dua Puluh. Begitu pula dengan kisah hidup Ken Soetanto, yang kini telah berhasil menemukan ergon-nya. Di mana karya-karyanya merupakan amal, dharma atau pelayanan bagi banyak orang, sebagaimana ia mimpikan sejak usia muda.

Penulis : Team Andriewongso.com

Sumber: http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/3195/Ken_Soetanto_-_Anak_Buangan_Yang_Jadi_Rebutan/

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Ibarat pepatah mengatakan Mangkin Tua Mangkin Jadi, demikian pantas diberikan kepada pesepakbola asal Wales yang bernama Ryan Giggs. Kita tentunya tidak bisa begitu saja lupa bahwa pemain yang sekarang bermain di Manchester United ini begitu penomena dan hebatnya dengan usia yang tidak bisa dibilang muda lagi bagi ukuran pesepakbola prestasi yaitu 36 tahun, justru sampai saat ini Seorang Ryan Giggs selalu menjadi pilihan utama pasukan Sir Alex Ferguson.

Giggs giggs1 Giggs2

Betapa bahagianya Ryan Giggs (36 tahun), atlet sepak bola asal Wales, Inggris Raya! Setelah menerima banyak penghargaan sepanjang karirnya, kini ia menerima sesuatu yang belum pernah diterima, yakni penghargaan BBC Sports Personality of The Year 2009. Ia menerima trofi ini di Sheffield Arena, Inggris, Minggu (13/12) waktu setempat.

BBC Sports Personality of the Year adalah penghargaan paling bergengsi untuk para olahragawan di Inggris, dan pertama kali diberikan pada tahun 1954. Juara ditentukan oleh voting pemirsa BBC di seluruh dunia, yang dilakukan segera setelah kalender event olahraga tahunan berakhir. Nah, Giggs menyabet gelar bergengsi ini setelah mengumpulkan suara terbanyak yang berjumlah 151.842 atau sekitar 29,4% dari keseluruhan suara. Dia mengalahkan pebalap F1 Jenson Button (18,74% - 96.770 suara) di posisi dua dan juara dunia heptathlon, Jessica Ennis (15,58% - 80.469) di posisi tiga.

"Saya besar dengan menyaksikan program ini. Setelah sebelumnya menyaksikan banyak orang memenanginya dan sekarang saya bisa berada di posisi tersebut, sungguh tak bisa dipercaya," kata Giggs kepada reporter jaringan BBC.
Giggs menjadi pesepakbola pertama dalam delapan tahun terakhir yang memenangi BBC Sports Personality of The Year. Atlet lapangan hijau terakhir yang memenanginya adalah David Beckham (2001), Michael Owen (1998), Paul Gascoigne (1990) dan Bobby Moore (1966).

Atlet dengan Banyak Gelar
Giggs, pesepak bola berambut ikal yang dijuluki The Wizard of Wales oleh rekan-rekannya, adalah pemain sayap milik klub Manchester United. Ia salah satu atlet Inggris dengan prestasi paling mengilat. Koleksi gelarnya pun, terlengkap. Perhatikan hal ini: sejak bermain untuk United pada 1990, Giggs sudah tampil lebih di 800 pertandingan dan mencetak 151 gol. Koleksi gelarnya antara lain 11 kali juara Liga Primer Inggris, 2 kali juara Liga Champions, dan 1 kali juara dunia klub. Giggs juga dikenal sebagai pemain yang prestasinya konsisten: selalu mencetak gol dalam setiap musim Liga Primer. Hal ini merupakan rekor tersendiri bagi para atlet sepak bola di negara Ratu Elizabeth itu.
"Saya bermain untuk manajer terbaik yang pernah ada (Sir Alex Ferguson). Mungkin saya semakin dihargai seiring umur yang terus bertambah. Ini sesuatu yang tak biasa saat seseorang berumur 36 tahun bermain untuk Manchester United selama 20 tahun, tapi saya menyukainya dan hal ini mungkin akan masih bertahan lama," pungkas Giggs. "Untuk menjaga kebugaran, hingga kini saya rutin berlatih dan sangat memperhatikan pola makan-minum!"
Selamat untuk Ryan Giggs. Semoga prestasinya bisa menjadi teladan dan motivasi bagi kita semua.

Sumber:http://www.andriewongso.com/awartikel-3111-Peristiwa_Luar_Biasa-Kemenangan_Ryan_Giggs

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Reza Ningtyas Lindh (28 tahun), warga negara Indonesia, membuat prestasi gemilang di Swedish Idol 2009. Ia berhasil menyisihkan 11.000 orang pendaftar dan mendapatkan wild card dari dewan juri (karena suara seraknya yang khas dan teknik vokal yang baik) untuk masuk ke babak final bersama 11 kontestan lain. Dan...ini yang luar biasa: Reza sukses menembus babak 5 besar!
reza reza1

Siapa Reza? Reza adalah penyanyi amatir Indonesia yang lahir dan besar di Jakarta. Ia berasal dari keluarga besar dengan 7 saudara. Ia mulai menyanyi di hadapan publik saat berusia 9 tahun, pada perayaan HUT RI. Bakat dan prestasinya dilanjutkan di Asia Bagus (ajang pencarian bakat penyanyi Asia) 1995. Sekadar tahu, aliran musik yang disukainya adalah soul, R&B, pop, dan jazz.

Pindah ke Swedia

Reza pindah ke Lund, kota kecil berpenduduk 100.000 jiwa yang terletak di bagian selatan Swedia, pada Desember 2004. Penyesuaian diri dengan budaya masyarakat setempat, plus bahasa dan cuaca yang sangat berbeda, ditambah kesibukan bekerja, menunda keinginan Reza untuk kembali menyanyi. Boleh dibilang, ia hanya menyanyi pada perayaan HUT RI di Swedia, pada tahun 2006. Saat itu, kualitas suaranya yang prima dan teknik vokalnya yang nyaris sempurna sempat mengejutkan warga Indonesia lain.
Partisipasi Reza di ajang Swedish Idol 2009, terjadi berkat "bantuan" orang lain. Di awal musim panas, ketika tim audisi tiba di Malmo dekat Kota Lund, beberapa rekan Reza secara diam-diam menjebaknya. Dengan alasan akan mengajak Reza jalan-jalan ke Kopenhagen, mereka langsung membawanya ke tempat audisi di mana ratusan orang lainnya juga sudah menunggu giliran. Di sinilah awal perjalanan Reza di kontes Swedish Idol 2009, yang disiarkan secara ke seluruh Swedia oleh TV4, setiap Jumat malam.

Swedish Idol

Babak final Swedish Idol dimulai pada 9 Oktober 2009 dan rencananya akan berakhir pada 11 Desember mendatang. Dari minggu ke minggu, Reza membawakan berbagai lagu dari bermacam genre. Mulai dari Summertime (lagu jazz legendaris yang dinyanyikan oleh sang diva Ella Fitzgerald, Halo (Beyoncé), The Way You Make Me Feel (Michael Jackson), dan Don't Stop Me Now (Queen).

Penampilan terbaik Reza adalah saat membawakan lagu New York New York, yang lekat dengan nama Liza Minelli dan Frank Sinatra, pada babak 8 besar. Ia tampil layaknya penyanyi profesional yang membawakan lagunya dengan penuh penghayatan. Seakan-akan belum cukup, Reza juga menunjukkan kepiawaiannya berkomunikasi di atas panggung dengan penonton dan kamera. Luar biasa! Begitu ia selesai menyanyi, ketiga juri langsung memberi peghargaan tertinggi berupa standing ovation. Penonton pun bertepuk tangan sambil bersorak-sorai.

Perjalanan Reza di ajang bergengsi ini memang hanya sampai pada babak lima besar. Namun kita tetap harus bangga pada prestasi anak bangsa ini. Sebab, tak mudah untuk lolos ke babak final dalam ajang Idol di negeri orang. Apalagi, sistem penilaian ditentukan oleh publik melalui telepon dan SMS. Juri hanya bertugas mengomentari dan memberi kritik yang membangun. Maka Reza yang jauh dari keluarga harus berjuang sendiri. Jika setiap minggu penampilan finalis lain didukung komunitas dan keluarga besarnya, maka Reza "hanya" mendapat dukungan moral dari teman-teman, kekasih, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di Stockholm.
Selain itu patut dicatat, Swedia merupakan salah satu negera dengan industri musik terbesar di dunia. Banyak lho, penyanyi Swedia yang sukses di dunia internasional. Dan ajang Swedish Idol merupakan suatu kesempatan besar dan bergengsi bagi penyanyi-penyanyi di negara itu untuk mengembangkan karirnya di bidang tarik suara.

Selamat untuk Reza! Semoga prestasinya terus berkembang dan terus mendapatkan dukungan.

Sumber: Team Andriewongso.com
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Perlombaan MotorGP pada tahun ini mencatat sejarah yang penomenal. Seorang pembalap yang di Indonesia sering muncul membawa iklan motor bebek Yamaha bersama pelawak komeng di layar televisi Indonesia. Siapa lagi kalu bukan pembalap Italia yaitu Valentino Rossi. Berikut sekilas perjalanan rekor yang dicapai oleh seorang Rossi berdasarkan sumber www.andriewongso.com.

00-rossi1 00-rossi7

Pebalap Italia, Valentino Rossi, memastikan diri meraih gelar juara dunia MotoGP 2009
di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (25/10). "The Doctor" sukses finis di posisi ketiga (di belakang Casey Stoner dan Dani Pedrosa), setelah melibas 21 lap selama 47 menit 44,219 detik. Meski masih ada satu balapan lagi di Valencia, Spanyol, perolehan poin Rossi pada musim tak mungkin terkejar lagi oleh para pesaing terdekatnya!

Ini merupakan gelar juara dunia yang kesembilan sepanjang karier Rossi sebagai pebalap-mulai dari kelas 125 cc (1 kali), 250 cc (1 kali), 500 cc (1 kali), dan MotoGP (6 kali). Luar biasa! Teriakan kemenangan spontan terdengar di paddock tim Fiat Yamaha (timnya Rossi) ketika roda depan pebalap berusia 30 tahun ini menyentuh garis finis Kemudian, ia dicegat kru timnya di sebuah tikungan, untuk diberikan ayam serta telur ayam mainan bertuliskan angka sembilan.

Lintasan Basah
"Ini sungguh kemenangan luar biasa. Tim bekerja sangat baik sepanjang musim dan saya mendapatkan gelar juara dunia yang kesembilan. Namun, saat balapan akan dimulai, saya sempat khawatir karena lintasan diguyur hujan dan tim tak menyiapkan balapan basah," komentar Rossi. Hujan memang turun sesaat sebelum balapan MotoGP dimulai. Lintasan yang basah sedikit mengubah skema balapan. Rossi yang start di posisi pertama langsung melorot ke posisi ke-10 setelah menikung terlalu melebar di tikungan pertama. Posisi pemimpin lomba langsung diambil Stoner. Namun, Rossi tidak putus asa. Dengan mental juara yang kuat, ia membalap dengan konsisten. Dia berhasil melewati pebalap di depannya satu per satu. Posisi ketiga didapatnya setelah pebalap Honda, Andrea Dovizioso, terjatuh di tikungan pada lap ke-14.
Ayam dan Telur
Selamat untuk The Doctor! Omong-omong, apa sih makna ayam dan telur mainan bertuliskan angka sembilan, yang dihadiahkan kepada Rossi itu? Menurut kru tim Yamaha, ayam dan telur berangka sembilan melambangkan Rossi yang berhasil "menelurkan" sembilan gelar juara dunia.Rossi sendiri menjelaskan seperti ini kepada para wartawan: "Di Italia kami punya istilah yang menyebut kalau ayam berumur tua akan lebih enak dibuat sup, daripada untuk mengerami telur. Nah, saya sudah tua sekarang, 30 tahun! Tapi umur tua ini masih bisa terus menghasilkan telur dan sekarang saya sudah punya koleksi sembilan telur.
" Kemudian, dengan penuh semangat, Rossi mengatakan ia dan tim sudah tak sabar ingin merancang desain helm dan kaus yang menarik untuk musim depan. Hal ini mengisyaratkan bahwa The Doctor tidak akan berhenti berkarir di MotoGP, kelas paling bergengsi di dunia balap motor. Ia masih ingin menghasilkan "telur" lainnya. Mungkin, Rossi juga ingin melewati pencapaian Giacomo Agostini. Rider Italia yang kini sudah berusia itu 67 tahun itu tercatat dalam sejarah sebagai delapan kali juara MotoGP...

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Open Champion Kim Clijsters Times Square DPxp9_k_mgElSukses di dalam pekerjaan dan keluarga. Siapa yang tidak mau? Tapi, bagaimana cara meraih dan menyikapinya? Simak kisah sukses dan pendapat Kim Clijsters! Clijsters (26 tahun) adalah petenis putri profesional asal Belgia.

Ia memulai debutnya sebagai petenis profesional tepat pada 10 tahun yang lalu. Sejak saat itu, hari-harinya penuh dengan jadwal latihan padat, kerja keras, dan tur melelahkan ke berbagai belahan dunia untuk mengikuti berbagai turnamen tenis.

Kerja keras dan pengorbanan Clijsters terbayar, karena ia sukses mengumpulkan banyak gelar juara. Tepat pada tanggal 4 Agustus 2003, ia resmi menyandang gelar "petenis putri nomor satu dunia". Prestasi Clijters semakin mengilat karena pada 2005, ia berhasil merebut titel "juara grand slam" pertamanya, di turnamen tenis bergengsi: AS Terbuka.

Pada bulan Mei 2007, perempuan cantik ini telah sukses mengoleksi 46 gelar juara dari turnamen WTA (Asosiasi Tenis Wanita) - 35 dari nomor tunggal putri dan sisanya dari nomor ganda putri. Luar biasa! Namun, tetap saja, ia merasa ada yang kurang dari hidupnya. Yakni, keluarga yang bahagia.

kim-clijsters-us-open-a

Maka, Clijsters pun mundur dari dunia tenis yang membesarkan lamanya. Ia meninggalkan semua yang telah diraihnya dengan susah payah, lalu menikah dengan pemain bola basket asal AS, Brian Lynch. Keluarga ini kemudian memperoleh seorang putri cantik pada awal 2008, yang diberi nama Jada Ellie. Kemudian di bulan Maret 2009, Clijsters kembali ke dunia tenis profesional.
Absen selama 2 tahun, ia tidak lagi memiliki peringkat dunia. Tapi mentalnya siap. Clijsters berkata pada dirinya sendiri, "Oke, Kim, kamu mulai dari nol!" Setelah mengikuti dua turnamen kecil di Cincinnati dan Toronto, Clijsters mengikuti turnamen AS Terbuka di New York pada September 2009. Datang sebagai petenis non unggulan dan non peringkat, tidak ada satu pihak pun yang menjagokan ibunya Jada ini, kecuali keluarganya.
Apa yang terjadi? Clijsters mampu tampil menawan dan impresif! Ia mengalahkan banyak petenis unggulan, melangkah ke babak final, dan akhirnya merebut gelar juara AS Terbuka setelah menekuk unggulan ke-9 yang berusia 19 tahun, Caroline Wozniacki (Denmark). Sejarah pun tercipta! Untuk pertama kalinya, seorang petenis yang tidak memiliki peringkat dunia bisa jadi juara di grand slam AS Terbuka.
Dan, untuk pertama kalinya dalam waktu 29 tahun, ada seorang ibu yang jadi juara di turnamen grand slam (Evonne Goolagong Cawley dari Australia menjuarai turnamen Wimbledon, Inggris, pada 1980). Saat diwawancara, Clijsters mengaku terkejut karena ia mendapatkan gelar dalam waktu cukup singkat. Secara umum, katanya, kunci untuk menang itu (dari dulu hingga sekarang) hanya dua: disiplin dan fokus.
Tapi ada perbedaan besar pada dirinya, dulu dan sekarang. Dulu, pada 2005, ia bertanding dengan dilingkupi perasaan takut kalah dan takut bermain buruk. Pokoknya, ia sangat berambisi untuk menuai prestasi. Kini, pada 2009, ia bermain lebih bebas dan tanpa beban. Apa pun yang terjadi, ia bisa pulang ke rumah dan diterima dengan tangan terbuka oleh suami dan putrinya. Bagi Clijsters, suami dan anaknya adalah motivasi dan inspirasi terbesar baginya.
Clijsters juga bisa lebih menghargai waktu bersama orang-orang terkasih, dalam hal ini keluarga besarnya Ia ingin mengunjungi kakek/ neneknya saat ulang tahun, atau mendampingi saudara perempuannya yang akan melahirkan. "Hal-hal kecil seperti itu sangat istimewa. Kita tidak pernah tahu berapa banyak waktu yang masih kita miliki," kata Clijsters.
"Dan, menyenangkan sekali dapat mengatur sendiri jadwal hidup kita! Bila saya merasa ada satu kejadian penting dan saya ingin hadir, maka saya akan berada di sana." dalam waktu dekat, Clijsters yang sekarang berperingkat 17 dunia ini akan tampil di turnamen tenis Luksemburg. Dan tahun depan, ia ingin tampil bagus di turnamen grand slam Australia Terbuka. Sadar bahwa kesuksesan perlu perjuangan, dan ia memiliki keluarga yang juga harus diperhatikan, atlet yang terkenal disiplin ini sudah menyiapkan jadwal khusus. I
a bangun pukul 7 pagi untuk membuatkan sarapan bagi keluarganya. Setelah itu, ia berlatih selama beberapa jam, kemudian menyiapkan makan siang. Saat putri kecilnya tidur siang, Clijsters melakukan latihan peregangan dan latihan beban lainnya. Semua dilakukan dengan senang hati. "Saya tidak merasa bahwa ini terlalu sibuk. Sejak dulu, saya sudah terbiasa dengan kepadatan jadwal!" Luar biasa, Kim Clijsters! Welcome back dan semoga tetap bisa berprestasi di dalam dan di luar lapangan.

Kim-Clijsters-US-Open-001 kim-clijsters_champion-us-open-2009_0
kim_clijsters Kim-Clijsters-celebrates--001
Kim Clijsters US Open

Sumber: Team Andriewongo.com

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Banyak orang yang menjadi sukses kerena menekuni hobinya dengan serius dan jeli melihat peluang. Salah satu contohnya adalah pasangan suami istri Tony dan Maureen Wheeler. Awalnya mereka hanya hobi jalan-jalan santai dan murah, ke berbagai negara. Namun kini mereka telah menerbitkan sekitar 500 judul buku dan memiliki perusahaan multinasional beromset jutaan dollar AS. Bagaimana ceritanya?

Kita mulai dari kisah Maureen, yang lahir di Kota Belfast, Irlandia Utara, tahun 1950. Ketika berusia 20 tahun, ia pergi ke London, Inggris. Di sana, di sebuah taman, pada tanggal 7 Oktober 1970, dia bertemu dengan calon suaminya: Tony Wheeler. Saat itu, Tony berusia 23 tahun dan baru saja mulai kuliah di London Business School. Keduanya saling jatuh cinta... Setahun kemudian, pasangan itu memutuskan untuk menikah.

Pasangan Wheeler adalah pasangan yang suka tantangan dan petualangan. Mereka belum memikirkan kehidupan mapan. Oleh karena itu, saat menerima tawaran kerja dari Ford Motor Company (pemimpin pasar mobil di Eropa waktu itu), Tony mengirimkan surat permohonan untuk menundanya setahun. Sebab, ia dan istrinya punya rencana besar: melakukan perjalanan ke Australia, dengan cara melintasi Eropa dan Asia. Dana dan pengetahuan yang minim tidak menghambat semangat mereka!

Pada 1972, mereka memulai perjalanan dengan menuju Selat Bosphorus. Melalui Istanbul, Turki mereka menuju Benua Asia. Banyak hal menyenangkan, menarik, maupun menyebalkan yang terjadi.

Ketika akhirnya tiba di Australia dengan uang 27 sen dan sebuah kamera (itu pun harus digadaikan agar bisa mendapatkan uang), Tony dan Maureen pun dihujani berbagai pertanyaan.

"Bagaimana cara kalian melakukan perjalanan yang mudah dan murah? Apa saja yang kalian lihat selama perjalanan?"

"Berapa sih ongkos perjalanan kalian? Di manakah penginapan termurah di Queenstown?"

"Hai, gimana caranya ke Andorra? Terus, gimana caranya menyeberangi Afganistan untuk sampai ke India?"

"Astaga... apakah kalian enggak pernah sakit sewaktu dalam perjalanan? Bagaimana kalau hal itu terjadi?" Semua pertanyaan-pertanyaan ini memotivasi Tony dan Maureen, untuk mengubah catatan harian mereka menjadi buku panduan perjalanan (travel guidebook). Kebetulan, pada tahun 1970-an, buku semacam itu nyaris tidak ada di pasaran. Maka, lahirlah buku Across Asia on the Cheap dan South-East Asia on a Shoestring. Buku ini banyak menarik peminat dan ludes di pasaran dalam waktu singkat.

Pasangan ini kemudian menulis dan menerbitkan buku-buku lain di bawah bendera perusahaan Lonely Planet (LP). Contohnya: Chasing Rickshaws (esai bergambar tentang rickshaw di Asia Tenggara), Time & Tide: The Islands of Tuvalu, dan Rice Trails: A Journey Through the Ricelands of Asia & Australia.

Usaha The Wheelers berujung pada kesuksesan. Pada 2005, buku panduan tentang Timor Timur dianugerahi Pacific Asia Travel Association 2005 Gold Award sebagai Best Travel Guidebook. Kemudian pada 2008, LP sudah punya 800-an karyawan dan merilis sedikitnya 500 judul buku yang diterjemahkan ke dalam 8 bahasa. Dalam kurun waktu satu tahun, LP bisa menjual sekitar 6 juta kopi buku. LP juga telah memiliki markas di Melbourne, London, dan Oakland, serta melebarkan usahanya ke dalam program televisi, majalah, website (www.lonelyplanet.com), dan podcast.

Komitmen LP adalah menyediakan panduan bagi pelancong independen, memberikan saran yang bisa dipercaya, dan ulasan yang tidak memihak. Hingga saat ini, hal itu terus dijaga oleh pasangan Wheeler. Mereka masih memiliki gairah dan keinginan yang sama besar seperti anak muda usia 20-an, serta tetap optimis, kreatif, dan konsisten dalam bekerja.

Sumber: Team Andriewongso.com link http://www.andriewongso.com/awartikel-2947-Success_Story-Perjalanan_Menuju_“Lonely_Planet”
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Mike Lazaridis (48 tahun) adalah seorang pengusaha sukses. Pada saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia. Alasannya: ia penemu BlackBerry. Bersama dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.

BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.

BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik - selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja!

Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun.

Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.

Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless.

Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus.

RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry. Hal yang patut kita tiru, biarpun sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak "hanya" menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar biasa!

Sumber: Team Andriewongso.com link : http://www.andriewongso.com/awartikel-2867-Success_Story-Mike_Lazaridis,_Penemu_Blackberry

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Dakota Fanning baru berusia 15 tahun - mulai 23 Februari lalu. Namun aktris Amerika Serikat ini sama sekali tidak bisa diremehkan atau dipandang sebelah mata. Ia sangat luar biasa!

Dakota lahir dan tumbuh di keluarga besar atlet. Ia mulai berkarir pada usia 5 tahun. Seperti aktris cilik lainnya, ia memulai langkahnya di dunia seni peran lewat iklan dan film televisi. Karirnya melesat cepat setelah ia bermain cemerlang di film layar lebar I am Sam (2001).

Kini, ia telah tampil sedikitnya di 20 film layar lebar. Sebagian besar, merupakan film besar yang dipuji para kritikus. Selain I am Sam, ada Sweet Home Alabama (2002), Hide and Seek, War of the Lords (2005), Charlotte Web (2006), dan Hounddog (2007). Pada tahun ini, Dakota bisa kita saksikan/dengarkan suaranya antara lain di New Moon (film sekuel Twilight) dan Coraline.

Dakota juga tampil sebagai bintang tamu di berbagai serial televisi ternama. Contohnya ER, Ally McBeal, CSI: Crime Scene Investigation, dan Friends.

Selama menjadi aktris di film-film tersebut di atas, Dakota menunjukkan ia mampu memainkan berbagai jenis peran di berbagai jenis film - mulai dari film drama keluarga, film anak-anak, film perang, hingga film horor! Beberapa di antaranya merupakan peran "berat". Misalnya korban kecelakaan lalu lintas yang menderita leukimia, korban penculikan, vampir Italia, anak dari seorang penderita keterbelakangan mental, bahkan korban pemerkosaan!

Ia juga telah bekerja sama dengan sederet sutradara dan aktor/aktris besar. Sebutlah Steven Spielberg, Tom Cruise, Robert de Niro, Sean Penn, Glenn Close, Reese Witherspoon, Kurt Russel, dan Denzel Washington. Hampir semuanya memuji Dakota sebagai aktris yang cemerlang, profesional, penuh rasa percaya diri, serta amat dewasa.

Gugupkah Dakota beradu akting dengan mereka? "Tidak", katanya. Ia terlalu senang dan bersemangat bekerja sama dengan para aktor/aktris besar itu, sehingga bisa melupakan rasa gugupnya. Ia bahkan menyebut dirinya beruntung bisa belajar atau menyerap kelebihan masing-masing lawan mainnya (misalnya: kemampuan improvisasi dan fokus pada pekerjaan).

Dengan semua kelebihan itu, rasanya pantas apabila Dakota meraih berbagai piala penghargaan. Ia bahkan menjadi orang termuda (usia 8 tahun) yang pernah dicalonkan untuk menerima penghargaan Screen Actors Guild! Ia juga diundang untuk menjadi anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (organisasi film yang menjadi penyelenggara dan dewan juri Academy Awards/Piala Oscar) pada usia 12 tahun!

Dalam sebuah wawancara, Dakota menyatakan ia amat mencintai dunia akting. Beberapa alasannya, karena ia bisa bertemu dengan banyak orang dan bepergian ke banyak tempat. Untuk orang-orang, khususnya anak muda yang ingin sukses seperti dirinya, inilah nasihatnya.

"Cukup ikuti mimpi-mimpi kamu. Ketika kamu menemukan suatu hal yang kamu cintai dan ingin kamu lakukan, jangan biarkan apa pun menghentikan kamu! Dan selalu ingat, ada banyak orang yang telah menolong kamu selama ini. Apabila kamu punya pendukung tetap yang setia - seperti keluarga, teman-teman, atau apa pun itu...seperti saya, itu juga hal yang hebat!"

Sumber: Team Andriewongso.com http://www.andriewongso.com/awartikel-2679-Success_Story-Dakota_Fanning,_Mengejar_Mimpi
Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Tiga purnawirawan jenderal TNI AD akan bertarung dalam pilpres 2009 yaitu Wiranto (Mantan Panglima Dua Orde), Prabowo Subianto (Sang Bintang yang Fenomenal), dan Susilo Bambang Yudhoyono (perwira cerdas yang merupakan lulusan pelatihan pasukan elit Ranger AS). Demikian yang istilah julukan yang diberitakan oleh detikPemilu.


Wiranto maju sebagai cawapres mendampingi Jusuf Kalla. Prabowo Subianto digadang-gadang berduet dengan Megawati Soekarnoputri. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono maju kembali sebagai capres.

Berikut ulasan perjalanan karir 3 mantan Jenderal yang dirilis dari detikPemilu sebagai berikut:

1.Susilo Bambang Yudhoyono, Perwira Baret Hijau Lulusan Ranger AS

Susilo Bambang Yudhoyono merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1973. Lulusan terbaik di angkatannya. SBY dikenal sebagai tentara yang berotak encer. Banyak yang menganggap SBY bukan perwira tempur, melainkan perwira kantoran. Pendapat ini sebenarnya kurang tepat.

SBY besar di lingkungan Kostrad. Di tubuh korps baret hijau ini, Ia meniti karirnya dengan menjadi Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad tahun 1974-1976. Yonif Linud 330 merupakan batalyon elit di tubuh Kostrad. Batalyon inilah yang menembak mati Kahar Muzzakar dalam pemberontakan DI TII di Sulawesi pada tahun 1960an. Anggota batalyon ini juga harus memiliki kualifikasi terjun payung.

Di Kostrad, karir militernya terus menanjak. Mulai dari komandan peleton, komandan batalyon hingga Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad.

SBY juga sempat menjadi Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995). Lalu menjadi Kepala Staf Kodam Jaya pada tahun 1996. Dilanjutkan menjadi Pangdam II/Sriwijaya pada tahun 1996-1997. SBY pun sempat menjadi Ketua Fraksi ABRI dan akhirnya menjadi Kepala Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

SBY juga sempat menjajal ganasnya medan pertempuran di Timor Timur. Saat itu SBY menjadi Komandan Peleton di Yonif 305 Kostrad tahun 1976-1977.

SBY juga mengenyam berbagai pendidikan pasukan khusus di luar negeri. Sebut saja pendidikan pasukan khusus AD AS Ranger di Fort Benning. Ranger merupakan satuan elit andalan AS untuk mobilisasi pasukan secara cepat dan tepat.

Menantu komandan legendaris RPKAD, Sarwo Edhie Wibowo ini pernah juga merasakan Jungle Warfare School, Panama tahun 1983. Kursus peperangan hutan untuk pasukan elit. Selain itu SBY juga menyelesaikan Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman.

Dari segi pendidikan dan karir militer, SBY memiliki karir yang lengkap di pasukan tempur dan jabatan teritorial.

SBY meniti karir politiknya dengan menjadi Mentamben pada masa pemerintahan Gus Dur kemudian menjadi Menko Polkam pemerintahan Megawati. SBY akhirnya menjadi Presiden RI ke-6. Untuk mempertahankan kekuasaannya, kini SBY harus melawan dua purnawirawan jenderal lainnya Prabowo dan Wiranto dalam pilpres 2009.

2.Prabowo Subianto, Sang Bintang yang Fenomenal

Duet Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto masih terus dikaji. Di militer, Prabowo merupakan perwira brilian dengan karir yang naik secepat kilat, namun runtuh dalam sekejap.

Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lulusan akademi militer tahun 1974. Namanya tidak bisa dilepaskan dari Korps Baret Merah, Kopassus. Satuan paling elit milik TNI AD.

Prabowo meniti karirnya di Kopassus. Mulai dari komandan peleton hingga akhirnya menjadi Komandan Jenderal Kopassus dengan pangkat Mayor Jenderal. Sebagai perwira Kopassus, sudah tentu Prabowo sering keluar masuk hutan untuk bertempur. Pengalaman tempurnya tidak perlu ditanya. Mulai dari Timor-Timur hingga pedalaman Irian pernah dijalaninya.

Di mata anak buahnya Prabowo dikenal tegas dan berambisi. Tak jarang ia mengeluarkan dana dari kocek pribadi untuk biaya latihan anak buahnya. Prabowo juga dikenal dekat dengan anak buahnya. Tidak heran, banyak perwira maupun prajurit yang loyal padanya.

Prabowo mengembangkan Kopassus dari tiga grup menjadi lima grup. Termasuk mengembangkan satuan antiteror Kopassus yang disebut-sebut merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

Prabowo merupakan lulusan sekolah antiteror GSG di Jerman Barat. Selain itu ia mengecap pula pendidikan pasukan elit di Fort Braggs, AS.

Karir militer Prabowo dihabiskan di pasukan tempur. Hanya sekali ia menempati posisi non pasukan tempur saat menjadi Komandan Sesko ABRI di akhir karir militernya.

Putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini juga sempat memimpin pembebasan sandera di Mapenduma pada tahun 1996. Saat itu Organisasi Papua Merdeka pimpinan Kelly Kwalik menyandera 14 sandera orang peneliti ekspedisi Lorentz. 4 Diantaranya warga Inggris, 2 peneliti Belanda, dan sisanya peneliti dan penginjil warga negara Indonesia.

Saat itu Prabowo masih menjabat Komandan Kopassus berpangkat Brigadir Jenderal. Awalnya Prabowo berniat menyelesaikan penyanderaan ini melalui jalur perundingan. Tetapi hasilnya nihil, operasi militer pun segera digelar. Hasilnya, gabungan pasukan Kostrad dan Kopassus berhasil membebaskan sebagian besar sandera.

Menantu mantan Presiden Soeharto ini menjadi Letnan Jenderal termuda dalam usia 46 tahun. Jabatan bergengsi Panglima Kostrad telah disandangnya. Tinggal selangkah menjadi KSAD dan akhirnya mencapai posisi puncak militer, Panglima TNI. Tapi roda nasib berkata lain.

Prabowo tersandung isu pelanggaran HAM tahun 1998. Ia dicap dalang penculikan sejumlah aktivis. Prabowo pun terpaksa mengakhiri karir politiknya lebih cepat. Bintang paling bersinar di TNI AD ini pun mengakhiri pengabdiannya selama 24 tahun.

Prabowo kembali ke kancah politik nasional dengan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Namun hanya 4,5 persen suara yang diraup partai berlambang Kepala Garuda ini dalam pemilu 2009. Ia masih harus memastikan tiketnya untuk bisa maju dalam pilpres 2009 dengan menggandeng PDIP.

3.Wiranto, Panglima Dua Orde

Wiranto maju sebagai cawapres mendampingi Jusuf Kalla. Di militer, Wiranto menjadi Panglima ABRI dua presiden, dalam pemerintahan Soeharto dan Habibie. Ia menjadi panglima ABRI orde baru dan bertahan hingga orde reformasi.

Wiranto merupakan lulusan AMN tahun 1968. Pria kelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 ini kemudian mengikuti berbagai pendidikan yakni Susscarcab Infantri, Suslapa Infantri, dan Sekolah Staf dan Komando TNI AD serta Lemhanas.

Karir Wiranto mulai menanjak ketika menjadi ajudan Presiden Soeharto. Saat itu Wiranto berpangkat kolonel. Selama 4 tahun ia mendampingi Soeharto mulai 1989 hingga 1993. Saat itu menjadi ajudan presiden, merupakan tiket untuk mendapat promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Wiranto kemudian menjadi Kasdam Jaya lalu Pangdam Jaya. Setelah itu ia menjadi Panglima Kostrad, KSAD dan akhirnya menjadi Panglima ABRI. Karirnya mulus tanpa hambatan.

Peristiwa yang selalu diingat adalah saat Soeharto turun, Wiranto langsung berpidato. Intinya ABRI akan menjamin keselamatan mantan Presiden Soeharto. Wiranto pun dicap sebagai pengawal orde baru.

Sama dengan Prabowo, Wiranto pun selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa Mei 1998. Saat itu Wiranto dinilai tidak mampu menjaga stabilitas kemanan negara. Saat kerusuhan membakar Jakarta, Wiranto malah berada di Malang untuk serah terima pasukan pemukul reaksi cepat Kostrad.

Namun hal itu tidak berpengaruh pada karirnya. Habibie tetap mempercayainya untuk memegang jabatan Panglima ABRI. Wiranto naik untuk kedua kalinya menjadi Panglima ABRI. Saat itu Habibie mengabaikan usulan untuk mengangkat Soebagyo HS sebagai Panglima ABRI dan Prabowo Subianto sebagai KSAD. Habibie menilai Wiranto sebagai sosok yang jujur dan bermoral.

Di era Gus Dur, Wiranto menjabat sebagai Menkopolkam. Namun kemudian mengundurkan diri. Wiranto pun ikut bertarung dalam pilpres 2004, berpasangan dengan Salahuddin Wahid. Namun dikalahkan pasangan SBY-JK.

Dalam pilpres 2009, Wiranto kembali mencoba peruntungannya. Lewat Partai Hanura, Kini Wiranto digandeng Jusuf Kalla. Sang Jendral pun mencoba kembali ke Istana.

Sumber : Ramadhian Fadillah - detikPemilu(Dari berbagai sumber)
( rdf / ape )



Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Ia menerobos pakem cara beriklan konvensional. Berkat jasanya, produsen makin ‘mesra’ dengan konsumen.


Kehadirannya membius lawan bicara. Semangatnya menular sehingga siapapun di dekatnya ikut optimis. Sosok wanita muda cantik, elegan, percaya diri, dan berwawasan luas, seolah tak cukup menggambarkan pribadi Iim Fahima Jachja (31). Dialah konsultan online advertising yang melejit namanya diantara pegiat jasa virtal tanah air. Maka, sangat layak jika finalis International Young Creative Entrepreneur of The Year (IYCE) 2008 – British Council ini menjadi salah satu pembicara paling ditunggu di Seminar Kartini femina, 18 April 2009 mendatang. Sejumlah wirausaha sukses lain juga akan membeberkan rahasia bisnis mereka, dua diantaranya, pemilik distro Bloop dan tas Mimsy (Lihat boks: Ini Juga Bintang!).


Siap Tak Gajian Setahun

Pada tahun 2006, karier Iim di salah satu perusahaan periklanan terbesar di Indonesia, terbilang mapan. Karier suaminya, Adhitia Sofyan, saat itu pun cukup bagus, yakni sebagai art director disebuah agen periklanan asing. Tapi ditengah kemapanan yang bisa membuai itu, mereka justru mantap membuka lembaran baru dengan menjadi wirausaha. This is the time. Begitu tekad mereka kala itu. Padahal, untuk mewujudkan usaha impian tersebut, mereka harus memulai dari nol.
Mereka mengambil keputusan yang berani. Apalagi jika mengingat pada waktu itu, kondisi perekonomian Indonseia sedang tak menentu dan penuh ujian. Toh, Iim tak hanya berbekal nekat dalam membentuk bisnis jasa konsultasi maketing dan komunikasi onlie, yang ia beri nama Virus Communications, dibawah bendera PT Virtual Media Nusantara.

Sebelumnya, ia menyiapkan sederet rencana matang. ”Semua resiko usaha saya perhitungkan, termasuk dari sisi finance. Demi bisnis baru ini, saya bahkan sudah siap-siap andai tidak bisa gajian setahun,” kenangnya, sambil tersenyum. ”Tapi, Ahamdulillah, baru sebulan bisnis berjalan, saya sudah mendapat klien penting,” sambungnya.

Ternyata, berwirausaha bukan ’mainan’ baru bagi Iim. Meski ilmu marketing bukan latar belakang pendidikannya, bagi lulusan Program Studi Manajemen Penyiaran (Broadcasting), Akademi Media Radio dan Televisi, Jakarta, ini berwirausaha merupakan sesuatu yang mengalir dalam darahnya. ”Eyang saya seorang pedagang. Beliau eksportir gula dan kayu. Kakak saya pun banyak yang jadi entrepreneur,” ujar bungsu dari 9 bersaudara ini.

”Saat masih bekerja menjadi staf di perusahaan periklanan, saya sadar betul, suatu saat nanti saya akan menjadi seorang wanita wirausaha.” tuturnya. Lantas, Virus Communications berkolaborasi sebagai sister company dengan Virtual Consulting (perusahaan konsultan Online marketing yang digawangi Nukman Luthfie, pakar online marketing). Virus unggul dalam hal digital advertising, sedangkan Virtual unggul dalam hal online business development (melahirkan portal-portal besar, seperti bisnis.com, swa.co.id, tangandiatas.com). Baru-baru ini, Virus melakukan merger dengan Virtual untuk memperkokoh diri sebagai perusahaan konsultan online marketing papan atas di Indonesia.

Pengalaman bekerja di bidang advertising yang mengandalkan media televisi, radio atau print ad (metode konvensional, begitu ia menamakannya) diakui Iim memberi banyak pelajaran berharga. Meski kini ia fokus pada dunia pemasaran bisnis secara online, ilmu komunikasi marketing yang ia dapat dari pekerjaannya dulu itu tetap menjadi landasan dalam mengaplikasikan usaha barunya. ”Kesibukan pekerjaan saya yang sekarang tak jauh berbeda dari pekerjaan sebelumnya. Namun, karena terbiasa bekerja di perusahaan besar, dengan struktur dan sistem kerja yang sudah rapi, saya harus mencurahkan perhatian ekstra dalam membangun bisnis sendiri,” katanya.

Ia harus banyak belajar lagi. ”Misalnya, dalam hal membuat laporan produksi, catatan keuangan, berhubungan dengan rekanan bisnis, membangun sistem layanan pelanggan (client service), hingga menyusun sistem keuangan,” jelasnya. Meski cukup rumit, toh, Iim menjalani semua itu dengan antusiasme tinggi. ”Tak hanya dalam hal berbisnis, di setiap aspek kehidupan pun saya berusaha selalu memberikan yang terbaik,” kata wanita kelahiran 7 Febuari 1978 ini, bijak.


Tantangan Bisnis Online

Yang membedakan cara bisnis Iim dengan advertising konvensional adalah hal perantara (medium) komunikasi. ”Tantangan pemsaran via online seperti yang saya jalani, lebih besar. Bandingkan saja dengan sebuah iklan televisi, yang besarnya memenuhi satu layar. Di satu layar situs internet bisa terdapat banyak sekali iklan online. Nah disinilah seninya iklan online. Setiap konsultan iklan online butuh strategi khusus agar iklannya dilirik konsumen, dan menang bersaing dengan jejeran iklan lain, jika tidak paham betul ilmunya, iklan yang dibuat bisa jadi malah tidak efektif menjaring konsumen,” ungkap Iim, panjang lebar.

Seorang konsultan iklan online yang baik, selain harus mengerti ilmu komunikasi marketing secara umum, juga harus memahami sejumlah hal lain. Mulai dari konsep komunikasi online marketing, perilaku konsumen online, sampai ilmu teknologi informasi, plus kreativitas yang tinggi.

Menurut Iim, era pemasaran sekarang sudah bergeser. Dulu, produsen ingin produknya selalu tampil sempurna di mata konsumennya. ”Padahal, bukankah tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna?” kata Iim. Untunglah, konsumen sekarang sudah dapat melihat kekurangan suatu produk, bahkan bisa menyampaikan kritik.

”Produsen pun akhirnya sadar, lebih baik memperlakukan konsumen sebagai teman, dan menempatkan diri mereka sejajar dengan konsumen. Sekarang ini sudah tidak zaman-nya lagi memberlakukan model komunikasi atau pemasaran yang ’berjarak’ dengan konsumen. Jika tetap menerapkannya, bukan tak mungkin, produk justru makin ditinggalkan,” Papar Iim.

Ia lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan sebuah perusahaan minuman ringan dalam website-nya. Karena tak mau dikritik, mereka sengaja menghapus emua komentar konsumen yang bersifat kritik. ”Akibatnya, konsumen malah menyebarkan sikap buruk perusahaan itu kepada khalayak luas sehingga berdampak kurang baik pada citra produk tersebut,” jelasnya.

Percaya atau tidak, alasan utama yang menarik Iim untuk terjun berbisnis di dunia online dulu adalah krisis ekonomi. Di tengah krisis ekonomi sejak 2005, ia belum banyak melihat pebisnis dengan minat yang serupa dengannya. Dengan sedikitnya kompetitor, Iim percaya diri menangkap peluang bisnis yang bermasa depan sangat menjanjikan ini. Apalagi, teknologi informasi, khususnya layanan internet, makin digandrungi masyarakat.

”Dari waktu ke waktu, pengguna internet di Indonesia makin besar. Berdasarkan riset yang dibuat search engine ternama Google, saat ini di Indonesia ada sekitar 30 juta pengguna jaringan internet. Angka ini merupakan angka tertinggi di Asia Tenggara,” kata Iim, senang. Fakta ini pula yang membuat para produsen atau pengusaha mengakui internet sebagai media pemasaran dan iklan yang efektif. Meski demikian Iim tidak anti pada iklan konvensional. Cara ini tetap dilakukannya, namun hanya sesuai kebutuhan.

Mengikuti dinamika dunia virtual membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi.”Ada yang bilang, gaya hidup konsultan online marketing juga harus online (dinamis dan mampu belajar cepat.). Makanya, saya membiasakan diri meluangkan waktu sejam dalam sehari untuk meng-up date pengetahuan saya di bidang ini,” ujar ibu satu anak ini.

Tak sulit menelusuri jejak keberhasilan Iim. Sederet nama perusahaan besar menjadi kliennya. Sebut saja di antaranya Hewlett Packard, PT Telkom, Toyota, Auto2000, XL, Smart.



Cinta Keluarga

Meski selalu aktif dan produktif, Iim enggan disebut sebagai workaholic. ”Akan lebih cocok, kalau saya disebut seorang shopaholic,” ujar wanita yang memang hobi berbelanja pakaian dan sepatu ini, sambil tertawa. Menurutnya, workaholic bukanlah hal positif, sekalipun bagi wanita bekerja seperti dirinya. Tampaknya, ia tak mau kehilangan indahnya kehidupan di luar pekerjaan.

Nyatanya, meski kesibukannya menggunung, Iim tak pernah kekurangan waktu untuk menikmati saat-saat pribadi. Agak aneh memang, mengingat jam kerjanya saja bisa lebih dari 18 jam sehari. Bahkan, ia harus merelakan sejumlah akhir pekan untuk bekerja. ”Lagi pula, ditengah sengitnya persaingan usaha sekarang ini, mana ada entrepreneur yang bisa bebas berlibur?” ujarnya.

Keseharian Iim, bisa membuat kita iri. Soalnya, meski sibuk bekerja, ia tak terpisahkan dari buah hatinya, Maleeka Kendra Adhitia (16 bulan). Setiap hari Ken Ken, begitu panggilan sayang putrinya itu, ikut kemanapun Iim pergi. ”Sampai sekarang saya masih memberikan ASI untuk Ken Ken. Itu sebabnya, saya membawanya kemana-mana,” ungkapnya, bahagia.


”Me time saya berarti bersantai dengan suami dan anak,” katanya. Hobi masak sang suami pun jadi bumbu yang indah dalam rumah tangganya. ”Saya tidak bisa masak, justru Mo Mo (panggilan untuk Adhitia, suaminya) yang sering masak untuk saya,” tutur pencinta hidangan steik dan pasta ini. Kata ’Alhamdulillah’ berkali-kali ia ucapkan sebagai ungkapan syukur atas semua yang dimilikinya saat ini.

Mengenai busana muslim yang dikenakannya, sehari-hari, juga suatu anugerah yang disyukurinya. Sejak kembali dari Tanah Suci pada tahun 2006, ia mengubah penampilannya 180 derajat. “Dulu saya senang memakai pakaian terbuka. Namun, sejak menikah dan naik haji, saya berusaha membenahi diri. Apalagi, kata Mo Mo, saya terlihat paling cantik dengan pakaian seperti ini,” sambung wanita yang punya panggilan sayang Mi Mi ini, seraya tertawa.

“Mudah-mudahan, 5 tahun lagi saya bisa menujadi konsultan online ternama,” harapnya. Meski luar biasa sibuk, Iim tampaknya tak kenal kata lelah. ”Saya amat menikmati apa yang saya lakukan sekarang,” katanya. Kegagalan pun tak membuatnya kecewa. ”Suka maupun duka selalu saya anggap bagian dari proses yang harus saya lalui.”. Karena alasan ini juga, Iim tak tahu harus menjawab apa ketika ditanya kapan ia berencana ’pensiun’ dari pekerjaannya.

Sumber: majalah FEMINA no 15/XXXVII 11-17 April 2009
Link : http://www.sudutpandang.com/entrepreneurship/iim-fahima-berjaya-di-dunia-online/

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

Perempuan ini mengaku asli Jawa, wajar jika berbahasa Jawa. Namun karena bertahun-tahun berjibaku membangun bisnis di pantai Pangandaran, ia juga luwes berbahasa Sunda. Apa boleh buat, lantaran puluhan tahun melayani pelanggannya di manca negara, dan ia sering terbang ke sana dengan pesawatnya sendiri (ya, pesawatnya sendiri), ia pun bercakap bahasa Inggris seolah berlidah bule.

Rasanya nyaris mustahil hal itu terjadi jika kita tahu masa lalunya, karena ia “cuma” lulusan SMP dan “hanya” bakul ikan laut. Wanita berkulit gelap eksotis itu bernama Susi Pudjiastuti.

Barangkali, April ini kebanyakan perempuan Indonesia mengingat Kartini, para pahlawan perempuan lain, serta perempuan perkasa lain yang ditulis media menjelang Hari Kartini. Namun, yang terbayang di benak saya saat ini justru seorang perempuan yang lolos dari pantauan media. Saya justru ingat Susi Pujiastuti — seorang perempuan pebisnis, yang membangun bisnisnya dari nol, sehingga menjadi perusahaan pengekspor hasil laut segar (lobster, tuna, udang, kakap) kelas kakap di Indonesia dengan nilai ekspor puluhan juta USD. Maka untuk menuntaskan rasa ingin tahu mengenai sosoknya, tim Niriah.com — portal ekonomi bisnis syariah yang kami bangun tahun lalu — berusaha mewawancarainya.

Tak mudah mendapatkan waktu wawancara karena ia terbang ke sana ke mari. Ketika ia ada waktu, sekretarisnya mengirim sms, bahwa kami akan diterima di Pangandaran. Kami dipersilahkan ke bandara Halim, Jakarta dan akan dijemput dengan pesawat Cessna menuju Pangandaran. Maka terbanglah Mumu, editor Niriah.com, dengan salah satu pesawat Susi Air — maskapai pesawat carter yang dibangun Susi — menuju pantai Selatan. Hasil pengamatan dan wawancaranya bisa dinikmati di Niriah.com: Susi Pudjiastuti: Sukses Berbisnis Lewat Jalur Alami.

Saya menulis di sini hanya untuk memberi catatan tambahan saja.

Pertama, ia seorang yang sukses karena gigih melewati proses.

Berbekal Rp 750 ribu hasil menjual gelang, kalung, dan cincin miliknya, Susi mulai jadi pengepul ikan pada 1983. Waktu itu ia baru sanggup membeli 1 kg, besoknya 2 kg, lusa 5 kg. Begitu seterusnya. Dalam tempo setahun, ia berhasil memasuki pasar Cilacap.

Makin maju usahanya, Susi lalu mulai menyewakan perahu untuk nelayan mencari ikan dan mobil untuk pengiriman. Kini ia punya ratusan perahu dan puluhan truk. Ia pun kemudian menjadi penyalur tetap hasil laut ke beberapa pabrik besar di Jakarta. Tiap hari, pukul 15.00, ia ke Jakarta untuk setor. Di tengah jalan, ia mampir ke Cikampek untuk mengambil kodok. Sampai di Jakarta malam. Setelah mandi dan istirahat ia langsung balik ke Pangandaran. “Begitu tiap hari,” tutur perempuan bersuara berat ini seperti dikutip Jawa Pos.

Ia terus berproses untuk maju.

Dari pengepul dan memasok pabrik dan restoran, ia kemudian meningkatkan diri menjadi produsen dan pengekspor hasil laut.

Kedua, dia selalu berusaha memberi nilai tambah.

Ia tahu, semakin segar ikan yang diekspornya, semakin tinggi pula harganya. Harga ikan dan udang yang fresh sampai ke Jepang kurang dari 24 jam, bisa dua kali lipat lebih mahal. Misalnya, ikan laut yang biasanya US$ 3/kg, maka kalau tiba kurang dari sehari semalam, harganya bisa menjadi US$ 8/kg. Itu sebabnya ia tak segan-segan membeli pesawat terbang Cessna agar ikan atau udang yang diekspor bisa tiba kurang dari 24 jam.

Ia juga tahu, semakin murni ikan itu dari bahan pengawet, semakin banyak diburu penggemarnya. Maka ia pun membuat pabrik pengolahan ikan tanpa bahan kimia. Pendinginnya pun ramah lingkungan karena menggunakan amoniak, bukan freon yang merusak ozon.

Ia juga paham, meski karyawannya bergelut dengan ikan setiap hari, mereka membutuhkan tempat kerja yang nyaman. Maka pabrik ikannya pun dibangun mirip mal — penuh dengan keramik dan kaca — meski untuk itu ia harus menggelontorkan biaya investasi yang lebih mahal.

Ketiga, ia mengamalkan ilmu ekonomi bisnis.

Jangan tanya teori kepadanya. Ia akan menggeleng. Ia memang tak dibekali ilmu akademis. Sekolah SMA saja DO. Jadi ketika ditanya apa resep suksesnya, ia tak mampu menjawab. Tapi coba perhatikan apa katanya kepada Niriah.com: “Menurut saya ilmu ekonomi itu alamiah. Kalau orang mau berdagang, ya sediakan barang yang bagus, kasih harga yang bagus, begitu saja.”

Ia memang tidak belajar secara akademis. Namun dari jejaknya, terlihat jelas bahwa ia justru mengamalkan berbagai ilmu manajemen yang banyak diteorikan oleh para pakar manajemen.

Dengan ketiga faktor itulah, menurut saya, ia bermetamarfosa dari ulat (seorang yang tekun menggeluti bisnisnya tanpa mengeluh, pantang menyerah) menjadi kupu-kupu (pengusaha hasil laut yang sukses). Kini kupu-kupu itu terbang makin tinggi karena ia juga membangun maskapai pesawat carteran, sebagai ekspansi usahanya. Pesawat Cessna yang semula hanya dipakai untuk mendukung ekspor hasil lautnya ternyata mampu menggugah semangat wirausahanya untuk masuk ke bisnis baru: pesawat carteran. Tahun ini ia bakal memiliki 14 pesawat kecil yang terbang ke daerah-daerah pelosok, termasuk Aceh dan Papua.

Selengkapnya...

Posted in Labels: 0 comments

 

Belajar Blog

Arsip Blog

Copyright (c) 2008
| Belajar Blog | Syiar Islam | CatatanGecor| Jump to TOP