
Sumbar - Gempa berkekuatan 7.6 SR yang berpusat di 57 km barat daya Pariaman, Sumatra Barat dirasakan hingga 10 wilayah di Indonesia. Goncangan paling keras terasa di Padang."Dirasakan di Padang, VI-VII Modified Mercalli Intensity (MMI)," demikian pesan singkat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika kepada detikcom, Rabu (30/9/2009) pukul 17.56 WIB.
Selain itu, gempa juga dirasakan di 9 wilayah lain di Indonesia, yaitu di Pekanbaru sebesar II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV MMI, Sibolga IV, Tapanuli Selatan III-IV, Bengkulu III-IV, Liwa III-IV, Muko-Muko III-IV, Gunung Sitoli IV, dan Jakarta II MMI.Kepala Balai Besar II BMKG yang membawahi Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan Suhardjono menyatakan goncangan gempa skala I MMI berarti masyarakat tidak merasakan.
Skala II ada beberapa yang merasakan.
Skala III artinya gempa sudah mulai dirasakan. Skala IV dirasakan masyarakat banyak. Skala V-VII orang panik dan sulit berjalan. Sementara skala VIII-IX berarti bangunan ada yang roboh dan masyarakat sulit berdiri.
Warga Padang Sidempuan Berhamburan Keluar Rumah
Gempa juga dirasakan warga Padang Sidempuan, Sumatera Utara selama 10 menit. Akibatnya, puluhan warga lari berhamburan keluar rumah. Gempa terasa pukul 17.15 WIB. "Lagi jualan. Mau tutup. Kami langsung lari ketakutan," kata Gustina Suryani, (38), pemilik ruko di Plasa Sagumpal Bonang, Padang Sidempuan, Sumatera Utara saat dihubungi detikcom, Rabu, (30/9/2009).Padang Sidempuan merupakan kota madya dengan jarak 6 jam perjalanan darat dari Padang. Meski gempa terbilang cukup lama, tapi tak tampak kerusakan.
Saat kejadian, seluruh barang kelontong bergerak tapi tak sampai jatuh. Puluhan warga berteriak panik sambil teriak histeris. "Sekarang sudah berani masuk ruko. Sekalian nutup toko," pungkasnya(asp/gah)
Warga Sibolga Rasakan Gempa 2 Kali
Warga di Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, berhamburan ketika gempa 7.6 SR menggoncang wilayah mereka. Warga merasa gempa terjadi dua kali."Kondisi di sini gempa terasa 2 kali. Kerasnya sama dengan interval berdekatan," ujar General Manager Pelindo I cabang Sibolga, Sihar Sihite kepada detikcom, Rabu (30/9/2009) pukul 17.48 WIB. Masing-masing gempa dirasakan sekitar 15-20 detik. "Terasa agak keras dan warga berhamburan ke luar ruangan," kata Sihar.Akan tetapi Sihar mengaku tidak panik setelah gempa berlangsung. "Laut Sibolga tenang, di pelabuhan aman. Pelabuhan ini terlindung beberapa pulau. Tidak takut tsunami," infonya.
Komunikasi ke Sumbar TergangguGempa 7,6 SR yang berpusat di Sumatera Barat mengakibatkan terganggunya sistem komunikasi di sekitar wilayah tersebut. detikcom telah mencoba menghubungi lebih dari 15 nomor warga serta pejabat di Sumbar, termasuk Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi. Namun sama sekali tidak ada respons.
Yang terdengar cuma suara tut-tut-tut berurutan.Dicky, warga asal Padang yang menetap di Jakarta, juga mengaku kesulitan mengontak keluarganya di Padang. "Belum bisa nyambung, sibuk semua," ujarnya.Hingga kini belum terdapat informasi adanya korban jiwa atau pun kerusakan akibat gempa yang terjadi pukul 17.16 WIB tadi.
Gempa Terasa di Singapura, Penghuni Apartemen Ultra Mansion Panik
Gempa dahsyat berkekuatan 7,6 SR di Sumatera Barat yang terjadi pukul 17.27 WIB juga dirasakan di Singapura. Bahkan, penghuni Apartemen Ultra Mansion panik. Mereka sempat dievakuasi ke lantai dasar. "Tadi terasa getarannya. Keluar kamar, ternyata orang-orang sudah pada turun. Kami diminta turun ke lantai dasar," kata Bening, salah seorang penghuni Apartemen Ultra Mansion yang berada di kawasan Derbyshire Road, saat dihubungi detikcom, Rabu (30/9/2009). Saat itu Bening berada di kamarnya di lantai 12.
"Sedang ngobrol dengan teman saya, tiba-tiba kaget ada getaran. Lantai seperti bergoyang," kata dia. Para penghuni apartemen kemudian dievakuasi ke lantai dasar. Beberapa menit kemudian setelah dirasa aman, para penghuni sudah diperbolehkan masuk kamarnya lagi. "Sekarang sudah di kamar saya di lantai 12 lagi," ujar Bening ketika dihubungi pukul 17.45 WIB. Seorang WNI lainnya yang sudah dua tahun bekerja di Seagate Singapura, Fanny T, juga mengaku merasakan getaran kuat.
"Saya merasakan gempa yang cukup lama sekitar 1 menit di tempat kerja saya yang berada di Ang Mo Kio Avenue 5. Meja terasa digoyang-goyang," ujar Fanny kepada detikcom.Menurut Fanny, cukup banyak kawan-kawannya di Singapura yang merasakan gempa tersebut. "Awalnya mereka merasakan pusing karena belum makan malam. Maklum di sini jam 6:25 pm sudah waktunya pulang. Tapi setelah dikonfirmasi lagi dengan kawan-kawan yang lain merasakan hal yang sama," ujar Fanny yang bekerja di bidang IT ini.
BMKG Tidak Lansir Ada Potensi TsunamiGempa 7,6 SR di Sumatera Barat memicu Pusat Peringatan Tsunami Pasifik merilis peringatan tsunami untuk Indonesia, India, Malaysia dan Thailand. Namun BMKG tidak melansir adanya potensi akibat genpa tersebut."Kita tidak menyebutkan adanya potensi tsunami. Namun kita minta kepada masyarakat untuk waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Fauzi kepada dteikcom, Rabu (30/9/2009).
Menurut Fauzi, pihaknya tidak melansir peringatan tsunami karena pusat gempa sangat dalam yaitu 71 km di bawah permukaan laut.Fauzi belum mendapatkan adanya laporan korban jiwa atau pun kerusakan-kerusakan bangunan. "Kita tidak mendapatkan laporan, tapi tetap monitor itu. Laporan belum lengkap," imbuhnya.(anw/nrl)
Gempa Juga Dirasakan di Sumut, Belum Ada Data Kerusakan
Gempa 7,6 Skala Richter yang berpusat di 57 km dari Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) dirasakan juga di sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut). Terutama di daerah-daerah yang berbatasan langsung Sumbar hingga ke Medan. Sejauh ini belum diperoleh informasi adanya kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut di Sumut.
Di Medan, gempa menyebabkan sebagian penghuni gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan segera keluar menyelamatkan diri. Misalnya para karyawan yang bekerja di gedung Bank Danamon Jl. Diponegoro Medan dan para pengunjung serta karyawan di Sun Plaza Jl. Zainul Arifin dan Palladium Plaza Jl. Kapten Maulana Lubis."Waktu gedung terasa goyang, saya lihat tabung minuman air mineral, ternyata goyang juga.
Ya sudah, berarti gempa. Saya langsung keluar," kata Pane, salah seorang karyawan Bank Danamon.Kendati guncangan tidak terlalu besar, kepanikan juga terjadi di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal yang berdekatan dengan Sumatera Barat. Tikwan Raya Siregar, warga Medan yang kebetulan berada di kawasan tersebut menyatakan, masyarakat berlarian keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri."Warga di sini langsung keluar dari rumah begitu gempa terasa," ujar Tikwan melalui sambungan seluler.Selain Mandailing Natal, gempa juga dirasakan masyarakat yang berada di Labuhan Batu, Kota Sibolga dan Tapanuli Selatan.
Sumber: Detik.com
Gempa Sumbar, Korban Tewas Ditemukan 625 Orang
Dua relawan dari Singapura tengah mencari korban gempa di reruntuhan bangunan Perpustakaan Daerah di Padang (ANTARA/Ismar Patrizki)Padang (ANTARA News) - Di tengah upaya evakuasi yang terus berlangsung, hingga Senin malam pukul 23:00 WIB jumlah korban tewas akibat gempa Sumbar yang sudah ditemukan 625 orang.Berikut data jumlah korban dan kerugian akibat gempa Sumbar yang telah terdata Sarkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar:
Korban tewas : 625 orang
Korban luka berat : 744 orang
Korban luka ringan : 1.343 orang
Warga hilang : 295 orang
Rumah rusak berat : 101.653 unit
Rumah rusak sedang : 48.966 unit
Rumah rusak ringan : 49.029 unit Korban tewas berdasarkan lokasi:
a.Kota Padang : 248 orang
b.Kabupaten Padang Pariaman : 292 orang
c.Kota Pariaman : 37 orang
d.Kabupaten Pesisir Selatan : 10 orang
e.Kota Solok : 3 orang
f.Kabupaten Agam : 32 korban orang
g.Kabupaten Pasaman Barat : 3 orang
Selengkapnya...
Posted in
Labels:
Bencana Alam ()

Gempa masih akan terus melanda kawasan Indonesia mengingat negeri ini dilalui lempeng gempa. Yang perlu diwaspadai adalah gempa berkekuatan besar yang kemungkinan terjadi di Banten yang berefek hingga ke Jakarta.
"Ini memang ada sistem bermain di situ, memang ada satu kemungkinan akumulasi energi di situ. Kita tidak tahu kapan akan terjadi seperti itu. Potensi (gempa) di darat dan di laut terjadi di sebelah selatan Lampung, di Jawa Barat dan di Banten antara Selat Sunda. Kekuatannya sekitar 8 skala Richter (SR)," kata Direktur Teknologi Sumber Daya Mineral BPPT Yusuf Surachman, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (3/9/2009).
Potensi seperti muncul karena tabrakan lempeng Indoaustralia dan lempeng Sumatera dan Jawa. "Bagaimana mekanismenya? Ada subduksi lempeng oceanic menyusup ke dalam lempeng benua. Karena ada sistem terkunci maka ada potensi gempa seperti itu. Jadi lempeng Indoaustralia bergerak terus di selatan Jawa dan menekan hingga 7 cm pertahun," jelasnya.
Apalagi, saat ini lempeng itu sudah memasuki periode matang. "Pergerakan centimeter pertahun saja sudah tertekan, sekarang saja banyak terjadi gempa meski berkekuatan kecil menyebar di seluruh Indonesia, kondisi ini sama dengan 1 abad lalu, sekitar tahun 1800-an," tutupnya.
Mobil Diparkir Bisa Bergeser, Orang Berlarian
Jakarta - Gempa yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya terasa sangat keras. Mobil yang diparkir di kawasan Cikini Jakarta Pusat sampai bergeser. Semua orang berlarian menyelamatkan diri.
"Saya sedang di dalam mobil. Mobil saya sedang berhenti. Gempa datang, mobil saya langsung bergeser," kata Syarifuddin, yang saat gempa terjadi berada di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat. Gempa dahsyat ini terjadi pukul 14.55 WIB, Rabu (2/9/2009). Gempa ini dirasakan sangat kuat di Jakarta. Gempa ini berkekuatan 7,3 SR dan berpusat di kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat.
Akibat gempa ini, orang-orang yang sedang berada di Cikini dan Jalan Kramat Raya langsung berhamburan. Di Pasar Kenari, orang-orang juga berhamburan
900 Rumah Ambruk, 12 Orang Tewas di Tasikmalaya
Jakarta - 900 rumah ambruk akibat diguncang gempa berkekuatan 7,3 scala richter di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 12 orang juga ditemukan tewas menyusul bencana alam tersebut.
"Korban tewas di Kecamatan Cipatujah diketahui sebanyak 7 orang, di Kecamatan Cigalontang 5 orang, dan 21 lainnya luka-luka. Sedangkan 900 rumah ambruk dan 512 lainnya rusak ringan," kata Humas Kabupaten Tasikmalaya, Iwa Kustiwa di kantornya Jl Pemuda, Tasikmalaya, Selasa (2/8/2009).
Lokasi terparah akibat gempa terjadi di Cigalontang, Cipatujah dan Cisaup. Jumlah korban maupun kerusakan akibat gempa, menurut Iwa, baru terdapat di tiga kecamatan ini. Sisanya, sebanyak 15 kecamatan lainnya hingga kini belum memberikan informasi mengenai korban maupun kondisi bangunan.
Pemda Kabupaten Tasikmalaya sendiri saat ini sudah membuka posko pengaduan yang terletak di halaman kantor Pemda Tasikmalaya. Hingga kini petugas posko masih mengumpulkan data-data sekitar korban gempa.
"Besok informasi resmi baru bisa dilihat," tambah Iwa. Meski dibuka selama 24 jam, hingga pukul 23.45 WIB, belum ada masyarakat yang mendatangi posko. Selain di Pemda Tasikmalaya, masing-masing kecamatan juga membangun posko bantuan bagi para korban.
Kantor Rektor Universitas Siliwangi Tasikmalaya Roboh
Jakarta - Sejumlah bangunan di kota Tasikmalaya roboh akibat gempa 7,3 SR. Bahkan salah satu bangunan rektorat di Universitas Siliwangi diinformasikan hancur. "Gedung rektorat universitas Siliwangi dan beberapa rumah roboh," kata Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Depkes Rustam Pakkaya kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).
Menurut Rustam, saat ini belum ada informasi resmi soal jumlah korban. Namun ia memastikan belum ada kabar soal tsunami. "Belum, sabar dulu," ucapnya.
Bogor Juga Bergoyang, Atap Plaza Ekalokasari Berjatuhan
Bogor - Gempa berkekuatan 7,3 SR yang terjadi pukul 14.55 WIB, Selasa (2/9/2009) juga terasa sangat kuat di Bogor. Para pengunjung Plaza Ekalokasari langsung berhamburan. Atap Plaza Ekalokasari juga berjatuhan.
"Semua panik, berhamburan. Saya lihat atap gedung berjatuhan," kata Lia Amalia, salah seorang pengunjung Plaza Ekalokasari saat dihubungi detikcom.
Atap gedung yang berjatuhan terjadi di lantai 1. Bahkan, sejumlah kaca di lantai 2 juga roboh. "Gempa terjadi langsung terdengar sirine. Saya juga mendengar kaca-kaca pecah," ujar Lia. Hingga pukul 15.20 WIB, para pengunjung Ekalokasari masih berada di luar gedung.
Yogya Juga Rasakan Guncangan yang Cukup Keras, Warga Penuhi Jalanan
Yogyakarta - Gempa 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya juga dirasakan cukup kuat oleh warga Yogyakarta. Mereka berhamburan keluar rumah dan bangunan lainnya untuk menyelamatkan diri.
Getaran gempa yang cukup kuat membuat masyarakat Yogyakarta panik. Warga sangat khawatir gempa yang meluluhlantakan Yogya beberapa tahun lalu kembali terulang.
Pantauan detikcom, beberapa detik setelah gempa terjadi, Rabu (2/9/2009), jalan-jalan di kota Yogayakarta dipenuhi warga yang panik. Mereka berhamburan keluar rumah dan bangunan lainnya.
Di Kampus Kristen Duta Wacana misalnya, ratusan mahasiswa yang sedang kuliah di tingkat 2 dan 3 langsung berlarian keluar gedung. Beberapa di antaranya terlihat menjerit ketakutan.
Hingga pukul 15.10 WIB, ratusan orang masih terlihat berkerumun di pinggir jalan atau tempat terbuka lainnya. Meski demikian, suasana sudah tampak berangsur normal. Belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa ini.
Purwokerto Tak Luput dari Guncangan Gempa
Jakarta - Gempa berkekuatan 7,3 SR benar-benar menggoyang hampir seluruh pulau Jawa. Tanah pun terasa bergoyang di Purwokerto. "Mas di sini ada gempa. Kencang benar. Lumayan lama," kata warga setempat Vivi kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).
Karena goncangan ini, menurut Vivi, warga berhamburan dari luar rumahnya masing-masing. Namun demikian tidak ada kerusakan yang berarti karena gempa ini. Gempa besar ini tidak masih diikuti rangakain gempa kecil lainnya. "Dari radio katnaya 5,5 SR," tandasnya.
Gedung Bertingkat di Sukabumi Retak, Lalu Lintas Macet Total
Sukabumi - Gempa berkekuatan 7,3 scala richter yang berpusat di Tasikmalaya, juga menggegerkan warga Sukabumi. Mereka memadati jalan-jalan sehingga arus lalu lintas macet total. Sejumlah rumah dan bangunan bertingkat retak-retak.
Beberapa detik setelah gempa terjadi, kepanikan langsung menyergap kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/9/2009). Warga yang berada di dalam rumah atau bangunan lainnya, langsung keluar rumah. Banyak di antara mereka berteriak histeris dan menangis.
Pantauan detikcom, gempa ini menyebabkan sejumlah bangunan retak-retak. Misalnya gedung Capitol dan Supermall di Jl Ahmad Yani. Beberapa bagian dinding kedua gedung tersebut tampak retak besar. Bahkan ada bagian plafon supermall Mayopil yang ambruk.
Demikian juga dengan sejumlah rumah di daerah Sukaraja dan Ciaul. Bahkan ada sebuah rumah yang nyaris terbelah menjadi dua. Gempa juga menyebabkan arus lalu lintas di kota Sukabumi macet total. Hal ini disebabkan banyaknya pengendara yang panik dan jalanan dipenuhi warga.
Hingga pukul 15.30 WIB, kamacetan arus lalu lintas tersebut masih terjadi. Sejumlah aparat kepolisian tampak sibuk mengatur arus lalu lintas dan menenangkan warga. Belum ada laoporan adanya korban tewas maupun luka akibat kejadian ini di Sukabumi.
Gempa Terasa di Tegal, Meja Bisa Goyang Sendiri
Jakarta - Gempa 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat juga terasa di Tegal, Jawa Tengah. Masyarakat Tegal keluar gedung. Akibat kerasnya guncangan, meja juga bergoyang. "Gempa di Tegal terasa besar banget. Semua lampu, meja bisa goyang sendiri termasuk diriku," kata Shirley, warga Tegal kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).
Menurut dia, orang-orang di tengah kota juga menyelamatkan diri dari gedung-gedung. Masyarakat Tegal benar-benar panik. Selain dirasakan di Tegal, gempa juga dirasakan di semua di Pantura, termasuk Semarang.
Gempa Tasikmalaya Terasa Hingga Bali
Denpasar - Gempa berkekuatan 7,3 Richter yang mengguncang Tasikmalaya, Jawa Barat, terasa hingga Bali. Getaran gempa di Bali berkekuatan dalam skala II MMI (Modified Mercally Intensity). Demikian data yang disampaikan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah III Denpasar, Rabu (2/9/2009).
Kepala Bidang Data dan Informasi BMG II Wilayah III Denpasar Endro Tjahjono mengatakan getaran gempa yang dirasakan di Bali seperti merasakan getaran seperti saat sebuah truk melintas di depan rumah. Gempa yang berpusat di 142 kilometer sebelah barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat terasa cukup lama di Bali. Getaran lebih terasa pada gedung dan rumah bertingkat.
“Gempa terasa hampir setengah menit. Kami sekeluarga terkejut. Lampu gantung rumah di lantai dua juga ikut bergoyang," kata Komang Suparma yang menetap di kawasan Panjer, Denpasar.
Puluhan Orang Luka-luka di Garut
Garut - Gempa berkekuatan 7,3 scala richter tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan di wilayah Garut. Di wilayah itu, 2 warga dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. "2 orang dilaporkan tewas, tapi kami belum tahu identitasnya. Saat ini masih dilakukan pendataan," ungkap Kabag Informatika Pemerintah Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya Rabu
(2/9/2009).
Dikdik juga menambahkan, 2 orang warga Kecamatan Pameungpeuk dan Kecamatan Cikelet mengalami luka berat. Saat ini keduanya sedang dilarikan ke RSU Dr Slamet, Garut. Hingga sore ini jumlah korban luka ringan di sekitar pantai Selatan Kabupaten Garut dilaporkan mencapai 22 orang. "Seluruhnya dirawat di Puskesmas masing-masing Kecamatan," pungkas Dikdik.
5.000 Orang Mengungsi di Sindang Barang Cianjur
Jakarta - Peringatan tsunami sempat keluar pasca gempa dengan kekuatan 7,3 SR yang berpusat di Tasikmalaya. 5.000 Orang pun mengungsi di Kecamatan Sindang Barang, Cianjur, Jawa Barat.
"Kita baru dapat laporan 5.000 orang mengungsi akibat gempa. Di Garut baru dapat berita rumah rusak berat ada 4. Luka-luka belum ada laporan," ujar Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono kepada detikcom, Rabu (2/9/2009).
Menurut Priyadi, pihaknya pun sudah mengirimkan tim reaksi cepat sebanyak 6 ke beberapa lokasi yang dianggap cukup parah. Bantuan logistik juga sudah dikirim. "2 Orang tim kita pakai mobil rescue. Ada 4 truk yang kirim bantuan logistik. Rencananya dari Bandung dulu baru nyebar ke tempat-tempat gempa," jelasnya. (gus/iy)
Puluhan Rumah di Ciamis Rusak, Warga Mengungsi ke Tetangga
Jakarta - Puluhan rumah dan tempat ibadah di Ciamis rusak berat akibat gempa 7,3 SR yang mengguncang Jawa Barat. Warga pun terpaksa mengungsi di rumah tetangga atau rumah saudara yang terdekat.
"Sementara menginap di rumah tetangga atau rumah keluarga yang dekat," ujar Apip, warga Kecamatan Cigugur, Ciamis saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/9/2009). Menurut Apip di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Ciamis, 31 rumah rusak berat, 18 rusak sedang dan 47 rusak ringan. Selain itu 7 masjid rusak berat, 3 madrasah rusak berat dan 1 pesantren juga mengalami rusak berat.
"Sampai saat ini kita masih mendata kerusakan, mungkin besok baru ada bantuan," jelas Apip.
Sementara itu di Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis sejumlah bangunan juga rusak. Rinciannya terdiri dari 24 rumah dan 2 masjid rusak berat serta 71 rumah rusak ringan. Kerugian ditaksir Rp 500 juta.
BNPB: Korban Tewas Jadi 46 Orang
Jakarta - Jumlah korban tewas terus bertambah akibat gempa hebat 7,3 SR. Sebanyak 46 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya masih mengungsi. "Menurut laporan jumlah korban tewas total 46 jiwa, tambah 2 dari Garut," kata Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono saat dihubungi detikcom, Kamis (3/9/2009) pukul 09.00 WIB.
Dikatakan Priyadi, terdapat perubahan data, Kabupaten Cianjur yang tadinya dilaporkan 15 jiwa tewas ternyata hanya 10 yang tewas. Kabupaten Garut yang tadinya 4 bertambah menjadi 10 korban tewas. Untuk Tasiklmalaya juga bertambah dari 8 menjadi 9 orang tewas. Data didapat dari Wakil Bupati setempat.
Sementara untuk rumah rusak, paling banyak masih di Ciamis. Laporan dari 30 kecamatan sudah masuk, dengan rincian rusak ringan 6.211 rumah, sebanyak 5.085 rumah rusak berat sampai roboh. Di Kabupaten Garut dilaporkan sebanyak 965 rumah rusak berat. Sedangkan di Tasikmalaya sebanyak 1470 rumah rusak berat.
"Menurut laporan, sebanyak 530 warga dievakuasi, 450 jiwa di Tasikmalaya dan 189 jiwa di Kuningan," kata dia. Dikatakan Priyadi, jumlah yang ribuan orang mengungsi yang dilaporkan Rabu kemarin merupakan data awal, sebab setelah gempa semua yang meninggalkan rumah dianggap mengungsi. Tapi sekarang warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
Sedangkan untuk bantuan, Priyadi mengatakan bantuan sejak Rabu malam sudah dikirim. Hanya karena kendala malam hari jadi belum banyak yang dikirimkan, namun Priyadi mengatakan pagi ini bisa lebih banyak.
"BNPB sudah mengirim 4 truk berisi makanan, tenda, dan selimut kemarin malam. Dikirim ke 4 kabupaten, yaitu Cianjur, Tasikmalaya, Garut, dan Kabupaten Bandung. Sekarang sudah mulai didistribusikan," tuturnya. Aparat Satkorlak akan bekerja keras karena kabupaten yang terkena gempa cukup banyak menyebar. Gempa berdampak di 10 kabupaten di Jawa Barat dan 1 kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Cilacap.
Mensos Janji Beri Santunan & Kirim 500 Ton Beras
Tasikmalaya - Korban gempa 7,3 skala richter (SR) di Tasikmalaya, Jawa Barat, bisa sedikit bernafas lega. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berjanji korban gempa akan mendapat santunan dan tidak akan kelaparan.
"Pasti ada santunan warga untuk perbaikan. Itu fungsinya negara seperti itu," kata Bachtiar Chamsyah di sela-sela mengunjungi korban gempa di Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (3/9/2009).
Namun, kata Bachtiar, pemerintah saat ini fokus pada rehabilitasi dan penyelamatan nasib para pengungsi. "Itu akan dilakukan setelah seluruh proses membantu korban, penyelamatan korban luka-luka selesai dilakukan," ujarnya.
Bachtiar mengatakan, 500 ton beras siap dibagikan ke beberapa titik korban gempa di Jawa Barat. "Saya akan pastikan mereka tidak kelaparan," cetus politisi PPP ini.
Untuk air bersih bagaimana Pak? "Pemerintah setempat sudah koordinasi dengan PDAM untuk selalu memberikan bantuan air. 2 Tangki sehari," kata Bachtiar.
Daftar Gedung di Jakarta yang Retak Akibat Gempa
Jakarta - Pekerja kantoran di Jakarta boleh lega karena struktur bangunan di Jakarta aman dari hantaman gempa. Namun kerusakan kecil, seperti retak-retak, tak bisa dihindarkan.
Retak-retak ini antara lain terpantau di:
Gedung Veteran, Semanggi, Jakarta. Setidaknya tercatat ada lima titik yang mengalami retak.
Gedung Veteran adalah perkantoran setinggi 10 lantai yang merupakan bagian dari Balai Sarbini dan Plaza Semanggi. Berdasar pengamana detikcom, keretakan yang cukup perlu perhatian serius adalah di pilar penyangga areal parkir lantai 8A. Keretakan juga terlihat di areal perkantoran lantai 7. Lantai keramik di ruang mesin yang terletak di lantai sama, juga nampak terbongkar. Sedangkan di bagian lobi, kacanya terlihat retak cukup panjang.
Gedung Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, ada tembok di tangga yang retak. Ada juga kaca yang pecah.
The East Building lantai 16, Jl Lingkar Mega Kuningan. Dinding retak dari atas ke bawah sekitar 1,5 meter. Dan wall paper terkoyak robek (Tosa D Wisnu)
Lantai 7 Graha Kencana, Jl Raya Perjuangan, Jakarta Barat. Keramik/granit dinding di WC Pria ada yang geser alias maju beberapa mili ke depan (Sandi).
Ada kantor di belakang Graha Atrium, Senen, Jakarta Pusat. Dua ubin di lantai satu retak (Rere).
Tiang gedung Mayapada retak dan ada sempalan/somplak. Itu terlihat di tiang lantai lima. Cukup menghawatirkan. (Makmur Mulyadi)
Plafon atap Kantor Departemen Kelautan dan Perikanan yang ada di atas tangga darurat lantai 2 dan lantai 5 ambrol dan dinding-dinding retak. (Agung)
Gedung Cyber Mampang: jalur tangga darurat hampir setiap lantai retak. (Bunsen Weg)
Sumber : detik.com
Selengkapnya...
Posted in
Labels:
Bencana Alam ()


Air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung mengakibatkan 300 rumah rusak dan hanyut. Total areal yang terendam air mencapai 10 hektar.
Seperti diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Tangerang Selatan Hasdanil, jebolnya tanggul di Situ Gintung mengakibatkan kerusakan yang hebat.
Kondisi terparah dialami RT 02, RT 03, RT 04 yang berada di RW 08 Kampung Poncol, Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang. Nilai kerugian akibat bencana belum dapat dihitung. "Untuk total kerugiannya belum dapat dipastikan," ungkap Hasdanil di Posko Bencana Alam Situ Gintung Universitas Muhamadiyah, Ciputat, Jumat (27/3).
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat bencana ini terus bertambah. Data dari relawan mencatat total korban tewas 45 orang. Korban tewas yang ditempatkan di posko Universitas Muhmadiyah 27 orang. Di posko STIEAD Ahmad Dahlan terdapat 11 korban tewas dan di RS Fatmawati terdapat 7 korban tewas.
Korban diperkirakan akan terus bertambah karena proses evakuasi masih terus berlangsung. Korban selamat di posko Universitas Muhamadiyah sebanyak 30 orang. Rata-rata mereka mengalami luka lecet. Untuk korban hilang, relawan mencatat 28 orang. Untuk informasi lebih lanjut mengenai korban dapat menghubungi Pusat Informasi Bencana Alam Situ Gintung 021-740385. (Sumber :KOMPAS.COM)
Selengkapnya...
Posted in
Labels:
Bencana Alam ()